Di Antara Lumpur dan Air Mata, Pakaian Layak Pakai Jadi Harapan Warga Lambung Bukit
Di tengah keramaian itu, Wakil Ketua III Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat, Risman, SH, tampak ikut mengawasi proses penyaluran bantuan. Dengan sesekali menyapa warga, ia memastikan distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran.
“Pakaian layak pakai ini sudah kami sortir terlebih dahulu. Kami pastikan kondisinya masih bagus dan pantas digunakan oleh masyarakat,” ujar Risman pada Pionir, Minggu 11 Januari 2026.
Menurutnya, penyortiran dilakukan agar bantuan yang diberikan benar-benar bermanfaat dan tidak menambah beban warga yang sedang tertimpa musibah.
Banjir bandang yang melanda Lambung Bukit beberapa hari lalu menyisakan luka mendalam. Banyak rumah warga terendam, perabotan hanyut, dan pakaian sehari-hari tak lagi bisa digunakan. Kondisi itulah yang membuat bantuan pakaian menjadi salah satu kebutuhan paling mendesak.
Ketua Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikimbang, menyampaikan bahwa keterlibatan LAN Sumbar dalam aksi kemanusiaan ini merupakan wujud nyata tanggung jawab sosial, tidak hanya dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika, tetapi juga dalam membantu masyarakat saat menghadapi situasi darurat bencana.
Menurut Firman Sikumbang, bencana alam seperti banjir bandang tidak hanya meninggalkan kerusakan fisik, tetapi juga berdampak pada kondisi psikologis dan sosial warga. Kehilangan tempat tinggal, pakaian, serta kebutuhan dasar lainnya dapat memicu rasa putus asa jika tidak segera ditangani bersama.
“Kami memahami bahwa pascabencana, masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar bantuan materi. Mereka butuh kehadiran, perhatian, dan kepastian bahwa ada banyak pihak yang peduli,” ujar Firman.
Ia menegaskan, bantuan pakaian layak pakai ini diharapkan dapat membantu warga menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih layak dan bermartabat.
Firman juga menekankan pentingnya solidaritas lintas elemen dalam menghadapi bencana. Menurutnya, peran LAN Sumbar, pemerintah, komunitas, dan masyarakat luas harus berjalan seiring agar proses pemulihan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menumbuhkan semangat gotong royong. Bencana bisa datang kapan saja, dan hanya dengan kebersamaan kita bisa saling menguatkan,” katanya.
Lebih lanjut Firman Sikumbang menyebutkan, bahwa kehadiran LAN Sumbar di tengah masyarakat terdampak bencana juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan emosional antara lembaga dan warga. Dengan kedekatan tersebut, diharapkan pesan-pesan sosial, termasuk upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika, dapat lebih mudah diterima di kemudian hari.
“Ketika masyarakat merasa diperhatikan dan dilibatkan, maka kepercayaan akan tumbuh. Dari sanalah kita bisa bersama-sama membangun lingkungan yang lebih sehat, aman, dan berdaya,” tutup Firman (Boby)


0 Comments