Ketika Pengedar Mulai Resah, Tiga Tokoh Ini Mengacak Peta Narkotika di Sumbar

iklan adsense

Ketika Pengedar Mulai Resah, Tiga Tokoh Ini Mengacak Peta Narkotika di Sumbar

Tiga tokoh Anti Narkotika yang di takuti pengedar di Sumatera Barat (Doc.LAN)

Padang, Pionir--Di balik peta peredaran gelap narkotika di Sumatera Barat, ada tiga nama yang kerap beredar dari mulut ke mulut para pemain haram itu. Bukan sebagai rekan, melainkan sebagai ancaman serius. Nama-nama yang membuat jalur distribusi terputus, komunikasi tersendat, dan rencana bisnis gelap berantakan. 

Mereka adalah Firman Sikumbang, SE Risman, S.H, dan Afrialdi Masbiran, S.H, M.Hum. Ketiganya bukan aparat bersenjata di garis depan, namun justru berada di balik layar, mengatur strategi, membaca peta, dan memukul jaringan narkotika dari titik-titik paling sensitif, Kata Kompol Maman Rosadi, SH, Kasubdit Dalmas Polda Sumatera Barat, pada Pionir, Minggu 11 Januari 2026.

Maman mengatakan, dia mengenal Firman Sikumbang lebih dekat sejak 20 tahun yang lalu. Waktu Maman Rosadi masih berpangkat Bintara. Kala itu, Firman Sikumbang sudah aktif dalam berbagai bidang kegiatan. Baik di lingkungan Polri maupun di lingkungan pemerintahan. Firman Sikumbang dikenal luas sebagai sosok dengan naluri intelijen yang tajam. Bahkan Firman Sikumbang termasuk salah satu Jurnalist yang di segani oleh kepala pemerintahan dan Kapolres.

Latar belakangnya sebagai jurnalis Polri di jajaran Polda Sumatera Barat membentuk karakter nya yang khas, tenang, teliti, dan terbiasa membaca informasi di balik informasi. 

"Ia tidak sekadar menerima laporan, tetapi menguliti data, merangkai potongan fakta, lalu menarik benang merah yang sering luput dari pengamatan," ujarnya.

Dikatakan Maman, pengalaman panjangnya di lapangan sebagai  jurnalistik Polri membuat Firman Sikumbang memahami satu hal penting, jaringan narkotika tidak hanya bergerak dengan uang, tetapi juga dengan informasi. 

Karena itu, pendekatan yang ia gunakan kerap tidak terduga, sunyi, sistematis, dan tepat sasaran. Para pengedar tahu, ketika nama Firman Sikumbang mulai disebut-sebut, berarti ada mata yang sedang mengamati dan waktu mereka tak lagi panjang, katanya.

Berbeda namun saling melengkapi, Risman, S.H., Wakil Ketua III LAN Provinsi Sumatera Barat, datang dari jalur politik dan organisasi kemasyarakatan. Ia terbiasa bergerak di ruang kebijakan, konsolidasi massa, dan jejaring nasional. Risman memahami bahwa pemberantasan narkotika tidak bisa berdiri hanya pada penindakan, tetapi harus memotong dukungan sosial dan celah politik yang kerap dimanfaatkan jaringan gelap.

Aktivitasnya di berbagai organisasi tingkat nasional memberinya pemahaman mendalam tentang pola pergerakan, pendanaan, hingga cara jaringan narkotika menyusup ke ruang-ruang sosial, kata Maman.

Dalam banyak kasus, Risman berperan sebagai perancang langkah strategis, mengunci ruang gerak, mempersempit pengaruh, dan mendorong kolaborasi lintas sektor agar peredaran narkotika kehilangan “ruang aman”.

Sementara itu, Afrialdi Masbiran, S.H., M.Hum. Ketua LAN Kota Padang, adalah figur yang memberi tekanan kuat dari sisi hukum dan birokrasi. Mantan pamong senior Pemerintah Kota Padang, dan eks Camat Lubuk Kilangan ini sangat memahami bagaimana sistem pemerintahan bekerja, dari prosedur hingga celah yang kerap disalahgunakan.

Dengan latar belakang akademik hukum yang solid, Afrialdi dikenal cermat dan tegas. Ia memastikan setiap program kerja LAN berjalan dalam koridor hukum yang kuat, terukur, dan sulit digugat. 

Lanjut Maman mengatakan, bagi jaringan narkotika, kehadiran Afrialdi adalah alarm bahaya, setiap langkah ilegal berisiko berhadapan langsung dengan proses hukum yang tertata dan berkelanjutan, bukan sekadar operasi sesaat.

"Kolaborasi tiga tokoh ini membentuk segitiga kekuatan, intelijen, strategi sosial-politik, dan pengawalan hukum. Sebuah kombinasi yang membuat jaringan narkotika di Sumatera Barat tidak hanya ditekan, tetapi dipaksa terus bergerak dalam ketakutan dan ketidakpastian," tuturnya.

Di lapangan, efeknya terasa. Jalur distribusi berubah-ubah, komunikasi terputus, dan kepercayaan antar jaringan melemah. Dalam perang melawan narkotika yang sering tak terlihat, Firman Sikumbang, Risman, dan Afrialdi Masbiran memilih bekerja dalam senyap, namun dengan dampak yang nyata.

"Bagi para pengedar, satu hal menjadi kesimpulan bersama, selama tiga nama ini masih aktif, Sumatera Barat bukan wilayah yang aman bagi bisnis narkotika," tukasnya (Boby)


iklan adsense

Post a Comment

0 Comments