Firman Sikumbang: Suara Anak Nagari Sumatera Barat di Tengah Ancaman Kerusakan Lingkungan
Pernyataan tersebut disampaikannya menyikapi kondisi wilayah yang terdampak bencana akibat eksploitasi alam yang tidak terkendali.
Menurut Firman Sikumbang, bencana seperti banjir dan longsor bukan lagi peristiwa alam semata, melainkan konsekuensi dari hilangnya kearifan lokal dalam menjaga alam.
"Anak nagari sejak dulu hidup berdampingan dengan alam. Ketika prinsip itu diabaikan demi kepentingan sesaat, maka yang terjadi adalah kehancuran,” ujarnya.
Sebagai Ketua Forum Komunikasi Anak Nagari Sumatera Barat, Firman Sikumbang aktif menyuarakan pentingnya peran masyarakat adat dalam pengelolaan sumber daya alam. Ia menilai, pembangunan harus melibatkan anak nagari sebagai subjek, bukan sekadar objek kebijakan.
Firman juga mendorong pemerintah daerah agar lebih tegas dalam menindak pelanggaran lingkungan serta mengembalikan fungsi hutan dan tanah ulayat sesuai nilai adat Minangkabau.
“Alam takambang jadi guru. Jika kita merusaknya, maka kita sedang mengkhianati warisan untuk anak cucu kita,” tegasnya.
Figur Firman Sikumbang kini menjadi salah satu representasi suara anak nagari yang konsisten memperjuangkan keadilan lingkungan dan keberlanjutan hidup masyarakat Sumatera Barat. (Boby)


0 Comments