Ketua Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat Serahkan Bantuan Untuk Wartawan yang Terdampak Bencana
Mereka tetap bekerja. Ada yang bangun subuh mengecek debit air, ada yang menembus jalan berlumpur, ada pula yang pulang ke rumah dan mendapati sebagian harta benda tak tersisa. Namun, pagi berikutnya mereka kembali menulis, seolah tak terjadi apa-apa.
Di tengah situasi itulah, Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, datang dengan niat sederhana: berbagi sembako, berbagi semangat.
Acara penyerahan bantuan dilangsungkan di Nana Pink Café, kawasan GOR H. Agus Salim, Jumat (2/1/2026). Suasana teduh, tanpa panggung, tanpa banner besar — hanya meja panjang, beberapa kursi, dan wajah-wajah yang saling menyapa.
Bantuan yang dibagikan berupa mi instan, makanan ringan, sarden, dan air mineral. Semua dikemas rapi dalam bungkusan plastik, bernilai sekitar seratus ribu rupiah per paket. Bukan angka besar, tetapi terasa berarti ketika kondisi sedang tidak mudah.
Firman menjelaskan bahwa paket sembako tersebut merupakan hasil sumbangan anggota LAN Sumbar, ditambah sebagian bantuan yang disalurkan dari BNPB Sumbar untuk para awak media yang terdampak banjir.
“Ini bentuk empati kami. Tidak besar, tapi tulus. Kami ingin menyapa kawan-kawan wartawan, karena mereka juga bagian dari masyarakat yang terdampak,” ucapnya tenang.
Menurut Firman, media tidak hanya menyampaikan informasi. Di saat bencana, wartawan juga berperan menjaga harapan, menghubungkan pemerintah dengan warga, serta menyuarakan kebutuhan korban.
“Kadang wartawan terlihat kuat. Tapi di balik itu mereka juga punya keluarga, anak yang menunggu di rumah, dan kekhawatiran yang sama,” tambahnya.
Di sela acara, beberapa jurnalis berbagi cerita. Ada yang bercerita tentang perabot rumah yang hanyut, ada yang kehilangan arsip pekerjaan, bahkan ada yang sempat terjebak banjir saat bertugas. Namun, mereka tetap tersenyum — mungkin karena merasa diperhatikan.
Wyndoee, Komandan Sekber Radja-Mediaonline, menyampaikan rasa terima kasihnya.
“Langkah Ketua LAN ini bukan soal besar kecilnya bantuan, tapi rasa peduli. Saat kami juga terdampak, perhatian seperti ini membuat kami kuat, dan tetap berkomitmen memberi informasi terbaik kepada masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Pak Nal Koto, yang dikenal dekat dengan kalangan media, turut memberikan pandangannya.
“Tidak semua orang tergerak melihat wartawan sebagai pihak yang perlu dibantu. Banyak yang berpikir, wartawan selalu baik-baik saja. Padahal kenyataannya tidak begitu. Karena itu, apa yang dilakukan Pak Firman hari ini sangat patut diapresiasi,” tuturnya.
Suasana semakin cair. Beberapa jurnalis terlihat berbincang santai, saling bertukar cerita, bahkan merencanakan liputan lanjutan. Dari wajah-wajah mereka, ada kelegaan — bahwa perjuangan mereka tidak dipandang sebelah mata.
Firman menegaskan bahwa LAN Sumbar bukan hanya hadir dalam program pencegahan penyalahgunaan narkotika, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial.
“LAN adalah bagian dari masyarakat. Jika ada yang tertimpa musibah, kita ikut membantu. Ini juga sekaligus ajakan bagi pihak lain agar ikut bergerak,” katanya.
Menjelang penutup acara, Firman mengajak semua pihak untuk saling menguatkan.
“Kita mungkin tidak bisa menghapus air mata semuanya, tapi kita bisa saling menopang. Semoga bantuan ini menjadi pengingat bahwa dalam bencana, kita tetap satu keluarga,” ujarnya.
Dan di antara paket sembako yang dibawa pulang para jurnalis sore itu, terselip satu hal yang paling penting: kehangatan kepedulian. (TIM RMO)


0 Comments