Rohabdi Rusdan, S.Pd Kepala Sekolah Inspiratif yang Kini Mengabdi di Dinas Pendidikan Kota Padang

iklan adsense

Rohabdi Rusdan, S.Pd Kepala Sekolah Inspiratif yang Kini Mengabdi di Dinas Pendidikan Kota Padang

Rohabdi Rusdan, S.Pd memberikan reward kepada pelajar berprestasi di SMP 4 Padang

Padang, Pionir----Ia tidak datang dari baliho atau panggung seremoni. Nama Rohabdi Rusdan tumbuh perlahan, dari ruang kelas yang riuh, dari meja guru yang penuh catatan, dan dari rapat-rapat panjang yang jarang diberitakan. Dalam dunia pendidikan yang kerap bising oleh jargon dan program jangka pendek, jejak Rohabdi Rusdan bergerak sunyi. Namun justru dari kesenyapan itulah kerja-kerja yang bertahan lama dilahirkan.

Ketika memimpin SMP Negeri 4 Kota Padang, Rohabdi Rusdan memahami bahwa sekolah bukan sekadar tempat transfer pengetahuan. Ia adalah ekosistem rapuh yang hidup dari relasi manusia di dalamnya. Setiap kebijakan sekecil apa pun, akan beresonansi pada guru, siswa, dan orang tua. 

Karena itu, perubahan tidak ia bawa dalam bentuk gebrakan keras. Tidak ada spanduk besar atau slogan yang dipaksakan. Yang ada adalah keteraturan yang dijaga setiap hari, komunikasi yang dibuka tanpa hierarki kaku, dan kepercayaan yang dirawat perlahan.

Di sekolah itu, disiplin tidak dihadirkan sebagai ancaman, melainkan sebagai kesepakatan bersama. Guru merasa dilibatkan, bukan diperintah. Peserta didik belajar mengenal tanggung jawab tanpa harus selalu diawasi. 

Rohabdi Rusdan memimpin dengan cara yang jarang disorot, hadir, mendengar, lalu mengambil keputusan dengan tenang. Dari situ, perubahan bekerja, pelan, tetapi pasti.

“Sekolah tidak bisa dikelola dengan pendekatan komando semata. Ia butuh keteladanan,” katanya.

Prinsip itu tercermin dalam kesehariannya. Ia tidak membangun jarak sebagai kepala sekolah, tidak pula memilih-milih dalam pergaulan. Ia berbincang dengan guru di sela jam pelajaran, mendengar keluhan tenaga kependidikan, dan menyapa siswa tanpa protokol berlebihan. Kepemimpinan baginya bukan soal posisi, melainkan kehadiran.

Gaya kepemimpinan yang rendah hati itu perlahan membentuk budaya kerja. SMP Negeri 4 Kota Padang mulai dikenal bukan hanya karena prestasi akademik, tetapi karena tata kelola sekolah yang rapi dan iklim kerja yang sehat. 

Sekolah lain datang untuk belajar, berdiskusi, dan meniru praktik baik yang diterapkan. Rohabdi tidak pernah mengklaim keberhasilan sebagai miliknya seorang. Baginya, sekolah bergerak karena kerja kolektif. Rekam jejak itulah yang kemudian mengantarkannya ke ruang pengabdian yang lebih luas. 

Rohabdi Rusdan, S.Pd dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Bidang Pembinaan, Ketenagaan (Kabid GTK) di Dinas Pendidikan Kota Padang. Perpindahan ini bukan sekadar promosi jabatan. Ia adalah pergeseran peran, dari mengelola satu sekolah ke merawat sistem pendidikan yang jauh lebih kompleks, dengan tantangan yang berlapis.

Di jabatan barunya, Rohabdi Rusdan berhadapan dengan data, regulasi, dan dinamika birokrasi, membina seluruh GTK (Guru, Tenaga Kependidikan), mulai dari Paud, Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Lanjutan Pertama (SMP). Namun pengalaman lapangan membuatnya enggan terjebak pada pendekatan administratif semata. 

Ia memahami bahwa di balik setiap angka ada manusia dengan cerita dan persoalan masing-masing. Guru bukan hanya objek pembinaan, tetapi subjek utama pendidikan.

“Pengelolaan pendidikan tidak bisa dilepaskan dari realitas di sekolah. Kebijakan yang baik harus lahir dari pengalaman lapangan, dari apa yang benar-benar dihadapi guru dan peserta didik setiap hari,” ujar Rohabdi Rusdan.

Baginya, pembinaan dan ketenagaan bukan sekadar soal pangkat, mutasi, atau penilaian kinerja, melainkan soal membangun ekosistem profesional yang adil dan berkelanjutan.

Putra Pasaman ini melihat pendidikan sebagai kerja jangka panjang. Hasilnya tidak selalu bisa diukur cepat. Karena itu, ia menekankan pentingnya konsistensi kebijakan. Guru perlu merasa didukung, bukan dicurigai. Kepala sekolah perlu diberi ruang untuk berinovasi, bukan sekadar dibebani laporan. 

“Kalau kita ingin pendidikan maju, maka manusianya harus kita rawat lebih dulu,” katanya.

Pandangan tersebut menjadi benang merah dalam setiap langkahnya di dinas Pendidikan Kota Padang. Rohabdi Rusdan mendorong pembinaan yang berorientasi pada penguatan kapasitas, bukan semata pengawasan. Ia percaya, profesionalisme tumbuh ketika kepercayaan diberikan dengan tanggung jawab yang jelas. Di titik inilah pengalaman sebagai kepala sekolah menjadi modal penting, ia tahu persis denyut persoalan di lapangan.

Dalam lanskap pendidikan yang sering berubah mengikuti arah kebijakan nasional, kehadiran figur seperti Rohabdi Rusdan memberi keseimbangan. Ia tidak tergesa mengejar popularitas. Ia memilih bekerja dalam senyap, memastikan sistem tetap berpijak pada realitas. Rekam jejaknya menambah deretan kepala sekolah berprestasi yang dipercaya naik ke level kebijakan bukan karena sensasi, melainkan karena konsistensi.

Dari ruang kelas ke meja perencanaan, langkah Rohabdi mungkin tidak selalu terdengar. Namun justru di situlah kekuatannya, menjaga arah, merawat manusia, dan memastikan pendidikan tidak kehilangan ruhnya. Di tengah hiruk-pikuk perubahan, Rohabdi Rusdan mengingatkan bahwa pendidikan yang baik selalu dimulai dari kerja yang jujur, tukasnya (Firman Sikumbang)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments