Air Bersih di Tengah Bencana
Kolaborasi LAN Sumbar dan Serikat Pekerja Pupuk Sriwijaja Ringankan Beban Korban Banjir Bandang
Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan kemanusiaan berupa air bersih, tandon air, serta pompa air bagi masyarakat terdampak banjir bandang.
Di Kota Padang, bantuan difokuskan pada tiga kecamatan yang terdampak cukup parah, yakni Kecamatan Kuranji, Kecamatan Pauh, dan Kecamatan Koto Tangah. Untuk tiga kecamatan tersebut, bantuan air bersih direncanakan sebanyak 25 tangki, yang akan didistribusikan secara bertahap sesuai kebutuhan warga.
Ketua Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, mengatakan, bahwa keterlibatan Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat dalam aksi kemanusiaan ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dalam merespons situasi darurat bencana.
“Bencana tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memutus akses dasar masyarakat, salah satunya air bersih. Karena itu, kehadiran Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat di tengah masyarakat adalah wujud kepedulian nyata, terutama saat warga berada dalam kondisi paling membutuhkan,” ujar Firman Sikumbang.
Menurut Firman, krisis air bersih pascabanjir berpotensi menimbulkan persoalan lanjutan, mulai dari gangguan kesehatan hingga menurunnya kualitas hidup masyarakat. Oleh sebab itu, distribusi air bersih, tandon, dan pompa air dinilai sebagai langkah cepat yang tepat sasaran.
Selain menyasar wilayah perkotaan, amanah dari para pekerja Pupuk Sriwijaja Palembang juga diperluas hingga ke Kabupaten Agam. Tim Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat bersama perwakilan serikat pekerja dijadwalkan mengunjungi Hunian Sementara (Huntara) Lingai, Maninjau, serta Panti Asuhan Muhammadiyah Muaro Pisang, Maninjau. Bantuan yang disalurkan di wilayah ini meliputi kebutuhan pokok (sembako) serta perlengkapan pendukung seperti tikar alas tidur bagi anak-anak panti.
Koordinator kegiatan bakti sosial dari Serikat Pekerja Pupuk Sriwijaja Palembang, Iptu (Purn) Januar, menyampaikan pada Pionir, bahwa bantuan tersebut bersumber dari donasi para pekerja yang berhasil dihimpun dengan nilai lebih dari Rp30 juta. Seluruh donasi tersebut kata Januar diamanahkan agar dapat tersalurkan sebelum bulan suci Ramadan kepada masyarakat terdampak, baik di Kota Padang maupun Kabupaten Agam.
“Kami berharap bantuan ini dapat segera dirasakan manfaatnya, khususnya oleh warga Kota Padang yang hingga kini masih mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, serta anak-anak di panti asuhan yang membutuhkan perhatian bersama,” kata Januar.
Hal senada juga disampaikan Titik Susiani, M.Pd, Wakil Ketua I Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat yang turut menjadi koordinator kegiatan. Ia menilai kolaborasi lintas daerah ini menjadi contoh nyata solidaritas sosial dalam menghadapi bencana.
Titik mencontohkan seperti di Panti Asuhan Muhammadiyah Muaro Pisang Maninjau. Bantuan sembako, dan tikar alas tidur disambut penuh rasa syukur oleh warga panti asuhan tersebut.
"Pengelola panti menyebut bantuan tersebut sangat membantu kebutuhan sehari-hari anak-anak, terutama di tengah keterbatasan pascabencana," ujarnya.
Dikatakan Titik pentingnya menjaga semangat kebersamaan dalam menghadapi bencana. Kami percaya, kekuatan masyarakat terletak pada solidaritas dan gotong royong. Selama semangat itu tetap hidup, setiap bencana akan bisa kita hadapi bersama. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal kebaikan dan membawa harapan bagi saudara-saudara kita yang terdampak, katanya.
Mudah-mudahan bantuan yang diberikan oleh Serikat Pekerja Pupuk Sriwijaja Palembang kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Kota Padang, serta anak-anak panti asuhan di Maninjau akan mendapat balasan kebaikan dari Allah Azza Wa Jalla, tukasnya (Boby)


0 Comments