Ketika Air Bersih Menjadi Penyelamat di Tengah Bencana

iklan adsense

Ketika Air Bersih Menjadi Penyelamat di Tengah Bencana



Padang, Pionir---Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat meninggalkan persoalan mendasar bagi masyarakat terdampak, salah satunya adalah keterbatasan akses air bersih. Di Kota Padang, hingga beberapa waktu pascabanjir, suplai air belum sepenuhnya pulih. Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk turun tangan, salah satunya melalui kolaborasi Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat dengan Serikat Pekerja Pupuk Sriwijaja Palembang.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan kemanusiaan berupa air bersih, tandon air, serta pompa air bagi warga terdampak banjir bandang. Di Kota Padang, bantuan difokuskan pada tiga kecamatan yang mengalami dampak cukup signifikan, yakni Kecamatan Kuranji, Kecamatan Pauh, dan Kecamatan Koto Tangah.

Untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, sebanyak 25 tangki air bersih direncanakan didistribusikan secara bertahap ke wilayah tersebut.

Di Kota Padang, penyaluran bantuan air bersih dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, yakni pada 29, 30, dan 31 Januari, dengan sasaran utama warga terdampak di tiga kecamatan tersebut. 

Distribusi dilakukan menyesuaikan kebutuhan di lapangan, terutama di kawasan yang hingga kini masih mengalami gangguan suplai air bersih.

Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, menegaskan bahwa keterlibatan LAN dalam kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial lembaga, khususnya dalam merespons kondisi darurat pascabencana.

“Bencana tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memutus akses dasar masyarakat, salah satunya air bersih. Karena itu, kehadiran LAN di tengah masyarakat adalah wujud kepedulian nyata, terutama saat warga berada dalam kondisi paling membutuhkan,” ujar Firman Sikumbang.

Menurut Firman, krisis air bersih pascabanjir berpotensi menimbulkan persoalan lanjutan, mulai dari gangguan kesehatan hingga menurunnya kualitas hidup masyarakat. Oleh sebab itu, distribusi air bersih, tandon, dan pompa air dinilai sebagai langkah cepat yang tepat sasaran.

Selain menyasar wilayah perkotaan, amanah dari para pekerja Pupuk Sriwijaja Palembang juga diperluas hingga ke Kabupaten Agam. Penyerahan bantuan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada 1 dan 2 Februari, dengan lokasi sasaran Hunian Sementara (Huntara) Lingai, Maninjau, serta Panti Asuhan Muhammadiyah Muaro Pisang, Maninjau. 

Bantuan yang diberikan meliputi kebutuhan pokok (sembako) serta perlengkapan pendukung, seperti tikar alas tidur bagi anak-anak panti asuhan.

Koordinator kegiatan bakti sosial dari Serikat Pekerja Pupuk Sriwijaja Palembang, Iptu (Purn) Januar, menjelaskan bahwa seluruh bantuan bersumber dari donasi para pekerja yang berhasil dihimpun dengan nilai lebih dari Rp30 juta. Donasi tersebut diamanahkan agar dapat disalurkan sepenuhnya kepada masyarakat terdampak bencana, baik di Kota Padang maupun Kabupaten Agam, sebelum memasuki bulan suci Ramadan.

“Kami berharap bantuan ini dapat segera dirasakan manfaatnya, terutama bagi warga Kota Padang yang hingga kini masih kesulitan mendapatkan air bersih, serta bagi anak-anak panti asuhan yang membutuhkan perhatian dan dukungan bersama,” kata Januar.

Sementara itu, Titik Susiani, wakil ketua I LAN Sumatera Barat yang turut menjadi koordinator kegiatan, menilai kolaborasi lintas daerah ini menjadi contoh nyata solidaritas sosial dalam menghadapi bencana.

Di Maninjau, bantuan sembako dan tikar alas tidur disambut dengan rasa syukur oleh pengelola Panti Asuhan Muhammadiyah Muaro Pisang. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu kebutuhan sehari-hari anak-anak panti di tengah keterbatasan pascabencana.

Bantuan yang diberikan oleh Serikat Pekerja Pupuk Sriwijaja Palembang kepada masyarakat terdampak banjir bandang di Kota Padang serta anak-anak panti asuhan di Maninjau mendapat sambutan hangat.  Para penerima manfaat menyampaikan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Serikat Pekerja Pupuk Sriwijaja Palembang dan LAN Provinsi Sumatera Barat, seraya mendoakan agar seluruh amal ibadah dan sumbangan yang diberikan memperoleh balasan terbaik dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dikatakan Titik, pentingnya menjaga semangat kebersamaan di tengah situasi sulit. “Kami percaya, kekuatan masyarakat terletak pada solidaritas dan gotong royong. Selama semangat itu tetap hidup, setiap bencana akan bisa kita hadapi bersama. Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi amal kebaikan dan membawa harapan bagi saudara-saudara kita yang terdampak,” tuturnya (Boby)



iklan adsense

Post a Comment

0 Comments