BNNP Sumbar Menguatkan Barisan Melawan Narkotika di Ranah Minang

iklan adsense

BNNP Sumbar Menguatkan Barisan Melawan Narkotika di Ranah Minang


PADANG, PIONIR---Langkah-langkah para pegiat organisasi kemasyarakatan terdengar beriringan saat memasuki lantai II Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat, Selasa Siang, 10 Februari 2026. 

Di ruangan pertemuan itu, satu tujuan menyatukan mereka, memperkuat barisan melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di tanah Minang. Audiensi yang mempertemukan berbagai ormas penggiat Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) ini menjadi ruang dialog yang sudah lama dinantikan. 

Kepala BNNP Sumbar Brigjen Pol. Dr. Ricky Yanuarfi, S.H., M.Si diwakili oleh Kabag Umum Ilham, didampingi jajaran pejabat utama, yakni Kabid Pemberantasan Kombes Pol. Fery Herlambang, S.I.K., M.M., Penyidik Madya Kombes Pol. Dr. Azwar, S.Sos., S.H., M.Si., M.H, Katim Rehabilitasi Josra Maidi, S.T, Katim Cegah Kombes Pol. Susilawati, S.H, serta Katim Dayamas Kombes Pol. Erlis, S.E, M.H. Hadir pula Kepala Kesbangpol Sumatera Barat, Mursalim.

Sejak awal, suasana terasa cair. Satu per satu perwakilan ormas memaparkan jejak langkah mereka sepanjang tahun 2025, dari sosialisasi di sekolah, pendampingan rehabilitasi, hingga edukasi masyarakat di tingkat nagari. Laporan-laporan itu menjadi potret kerja senyap yang terus bergerak di tengah keterbatasan.

Diskusi kemudian mengerucut pada isu strategis, penanganan rehabilitasi korban penyalahgunaan, pengungkapan jaringan peredaran gelap narkotika, serta penguatan sinergi konkret antara BNNP dan ormas dalam menjalankan misi P4GN.

Kabid Pemberantasan Kombes Pol. Fery Herlambang menegaskan bahwa pengungkapan jaringan narkotika membutuhkan dukungan informasi dari masyarakat.

“Perang melawan narkotika tidak bisa hanya mengandalkan aparat. Peran masyarakat dan ormas sangat penting, terutama dalam memberikan informasi awal dan membangun kesadaran lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Penyidik Madya Kombes Pol. Dr. Azwar menekankan pentingnya pendekatan hukum yang tegas namun berkeadilan.

“Penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan pencegahan dan rehabilitasi, agar kita tidak hanya memutus jaringan, tetapi juga menyelamatkan generasi,” katanya.

Dari sisi pemulihan korban, Katim Rehabilitasi Josra Maidi melihat kolaborasi dengan ormas sebagai kunci keberhasilan.

“Rehabilitasi tidak cukup dilakukan di lembaga saja. Dukungan keluarga, masyarakat, dan ormas menentukan keberlanjutan pemulihan penyalahguna,” ungkapnya.

Pendekatan pencegahan juga menjadi sorotan. Katim Cegah Kombes Pol. Susilawati menilai edukasi harus menjangkau ruang-ruang paling dekat dengan generasi muda.

“Sekolah, kampus, dan komunitas adalah benteng utama. Jika pencegahan kuat, maka angka penyalahgunaan bisa ditekan sejak awal,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Katim Dayamas Kombes Pol. Erlis, yang menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat.

“Gerakan P4GN harus menjadi gerakan bersama. Ketika masyarakat berdaya dan peduli, ruang gerak peredaran narkotika akan semakin sempit,” ujarnya.

Di tengah dialog hangat, beberapa perwakilan ormas berharap keterlibatan yang lebih nyata dalam agenda BNNP. Ketua LAN Sumbar, Firman Sikumbang, menegaskan bahwa pihaknya tetap bergerak meski tanpa dukungan pemerintah, pernyataan Firman Sikumbang itu diakui Josra Maidi sebagai bukti eksistensi gerakan LAN ke masyarakat.

Pengakuan itu memantik semangat ormas lain. Perwakilan Geranat secara terbuka meminta di libatkan dalam setiap kegiatan P4GN ke depan, sebuah tanda bahwa kolaborasi adalah kebutuhan mendesak.

Kepala Kesbangpol Sumbar, Mursalim, menegaskan pemerintah daerah memandang ormas sebagai mitra strategis dalam menjaga ketahanan sosial dari ancaman narkotika.

“Upaya P4GN tidak akan efektif tanpa keterlibatan masyarakat sipil. Sinergi harus dibangun secara terarah dan berkelanjutan hingga menyentuh generasi muda di tingkat nagari,” ujarnya.

Menutup pertemuan, Kabag Umum BNNP Sumbar Ilham mengingatkan bahwa pemberantasan narkotika merupakan tanggung jawab bersama.

“TNI, Polri, BNN, pemerintah daerah, dan masyarakat harus berjalan seiring. Tanpa kebersamaan, upaya ini tidak akan maksimal,” katanya.

Di ruangan itu, tak ada seremoni berlebihan. Namun dari dialog yang jujur dan terbuka, tersirat harapan besar, bahwa perang melawan narkotika di Sumatera Barat hanya bisa dimenangkan melalui kebersamaan. (Firman Sikumbang)



iklan adsense

Post a Comment

0 Comments