Bundo Iyin, Inspirasi dari Lubeg, Berkarya, Berbudaya, Berbuah Prestasi

iklan adsense

Bundo Iyin, Inspirasi dari Lubeg, Berkarya, Berbudaya, Berbuah Prestasi

Yirmasi (Bundo Iyin)

Di Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, nama Bundo Iyin kini kian akrab di telinga warga. Ia bukan sekadar perempuan biasa. Ia adalah sosok wanita inspiratif kota Padang yang membuktikan bahwa hobi dan kecintaan pada adat budaya Minang bisa menjadi jalan prestasi, bahkan mendatangkan “pitih”.

Bundo Iyin dikenal tekun dan kreatif. Setiap karya yang ia lahirkan selalu punya ciri khas, sentuhan adat, nilai budaya, dan kebanggaan sebagai perempuan Minangkabau. Baginya, berkarya bukan sekadar mengisi waktu. “Berkarya dapek kepeng, dimasukkan lomba dapek juo kepeng,” ujarnya sambil tersenyum. Kalimat sederhana itu menjadi filosofi hidupnya.

Berbagai lomba tingkat kecamatan hingga tingkat Kota Padang ia ikuti dengan penuh percaya diri. Dari ajang seni budaya, kreativitas kerajinan, hingga kegiatan bernuansa adat, namanya kerap masuk nominasi, bahkan membawa pulang hadiah. Namun lebih dari sekadar materi, yang ia kejar adalah pengakuan bahwa budaya Minang tetap relevan dan membanggakan di tengah arus modernisasi. 

Sebagai seorang perempuan, Bundo Iyin juga menjadi teladan. Ia membuktikan bahwa perempuan bisa produktif, mandiri, dan tetap menjunjung tinggi nilai adat. Hobi yang dulu dianggap sekadar kesenangan kini menjadi sumber penghasilan sekaligus jalan mengangkat nama Lubeg di tingkat Kota, bahkan provinsi.

Di balik kelembutannya, tersimpan semangat baja. Ia tak pernah malu tampil, tak ragu bersaing, dan tak lelah belajar. Dari Lubuk Begalung untuk Kota Padang, untuk Ranahminang, Bundo Iyin menghadirkan pesan kuat, selama ada kemauan dan kecintaan pada budaya sendiri, karya akan menemukan jalannya, dan rezeki pun akan mengikuti nya, tukasnya 

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments