Merawat Nagari, Menjaga Generasi,
Sinergi Adat dan Lembaga Anti Narkotika di Nagari Pulasan
Ketua LAN Kab. Dharmasraya bersama tokih agama dan adat di Nagari Pulasan
Setalah bersilaturahmi dengan pemuka masyarakat dan niniak mamak, Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kabupaten Dharmasraya, Desriyan, kembali bersilaturahmi dengan para tokoh adat setempat, menguatkan simpul-simpul sosial demi menjaga generasi muda dari ancaman narkotika.
Pertemuan itu dihadiri Buya Rusiman, Datuak Rajo Bagindo, Datuak Lenggang Marajo, Datuak Mongguang, Datuak Pangulu Sutan, dan Datuak Pangulu Bonsu. Para ninik mamak duduk bersama, membahas langkah konkret menghadapi ancaman peredaran gelap narkotika yang kian mengkhawatirkan.
Desriyan menegaskan, peran tokoh adat dan agama sangat strategis. “Kami meyakini, jika ninik mamak dan alim ulama bergerak bersama, ruang gerak peredaran narkotika akan semakin sempit. Pencegahan harus dimulai dari keluarga dan kaum,” ujarnya.
Salah seorang tokoh adat, Datuak Rajo Bagindo, menegaskan bahwa persoalan narkoba bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi ancaman terhadap marwah nagari.
“Anak kemenakan adalah tanggung jawab kami. Kalau mereka rusak karena narkotika, rusak pula masa depan kaum dan nagari. Adat tidak boleh diam. Kami siap berdiri di depan untuk mengingatkan dan membina,” tegasnya.
Menurutnya, dalam falsafah Minangkabau, adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah menjadi benteng moral yang kokoh. Nilai itu harus terus dihidupkan dalam keseharian, bukan hanya menjadi semboyan. Peran ninik mamak, katanya, bukan sekadar simbol, tetapi pembimbing yang memastikan generasi muda berjalan di jalur yang benar.
Pernyataan itu diamini tokoh adat lainnya. Mereka sepakat, penguatan pengawasan berbasis kaum dan keluarga perlu ditingkatkan. Komunikasi antara orang tua, mamak, dan anak kemenakan harus terjalin erat, agar gejala penyimpangan dapat terdeteksi sejak dini.
Silaturahmi ini juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas wilayah. Meski Desriyan memimpin lembaga di Dharmasraya, semangat yang dibangun melampaui batas administratif. Ancaman narkotika tidak mengenal batas kabupaten, karena itu, perlawanan pun harus dilakukan bersama.
Saat itu komitmen kolektif ditegaskan, menjadikan Nagari Pulasan sebagai nagari yang tangguh terhadap narkotika. Sinergi antara lembaga, tokoh adat, dan tokoh agama diharapkan mampu melahirkan gerakan pencegahan yang berkelanjutan dan menyentuh akar persoalan. Sebab menjaga nagari berarti menjaga generasi, tururnya. (Boby)


0 Comments