Dari Masjid ke Masa Depan, Generasi Bungus Bangkit Lawan Narkotika

iklan adsense

Dari Masjid ke Masa Depan, Generasi Bungus Bangkit Lawan Narkotika


PADANG, PIONIR---Semangat pelajar SLTP di Pasar Laban, Kelurahan Bungus Selatan, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, begitu terasa saat mengikuti kegiatan sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), Rabu (25 Februari 2026). 

Bertempat di Masjid Nurul Yaqin Muhammadiyah Pasar Laban, Kelurahan Bungus Selatan kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pesantren Ramadhan yang sarat nilai edukatif dan pembentukan karakter generasi muda.

Suasana berlangsung hangat dan interaktif. Dalam sesi tanya jawab, Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Firman Sikumbang memberikan reward kepada salah seorang pelajar yang mampu menjawab pertanyaan seputar bahaya narkotika dengan tepat. Pemberian penghargaan sederhana tersebut bukan sekadar simbol apresiasi, tetapi juga strategi edukatif untuk membangun keberanian, rasa percaya diri, serta pemahaman yang kuat tentang ancaman narkotika.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Bungus Teluk Kabung, panitia pelaksana Pesantren Ramadhan, guru pembimbing, pengurus masjid, serta Sekretaris LAN Kecamatan Bungus, Hengki Junaidi. Kehadiran para tokoh tersebut menunjukkan dukungan penuh terhadap upaya pencegahan narkotika yang menyasar pelajar sebagai generasi penerus bangsa.

LAN Provinsi Sumatera Barat menurunkan Ketua Divisi P4GN LAN Sumbar, Dr. dr. Erdanela Setiawati, MM, FISPH, FISCM sebagai pemateri utama. Selain dikenal sebagai aktivis anti narkotika, beliau juga merupakan dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah Padang. Pengalaman akademis dan lapangan yang dimilikinya membuat penyampaian materi terasa kuat, ilmiah, namun tetap mudah dipahami oleh kalangan remaja.

Dalam paparannya, Dr. Erdanela menjelaskan bahaya narkotika tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dampak medis dan sosial. Ia menegaskan bahwa penyalahgunaan narkotika dapat merusak sistem saraf, mengganggu kesehatan mental, menghancurkan masa depan, bahkan memutus cita-cita yang tengah dirintis. Penjelasan tersebut disampaikan dengan bahasa yang komunikatif dan diselingi dialog, sehingga peserta tidak merasa digurui.

Antusiasme peserta terlihat jelas. Gelak tawa sesekali pecah saat sesi interaksi berlangsung, menciptakan suasana santai namun tetap bermakna. Metode pendekatan yang humanis dan dialogis terbukti efektif menyentuh kesadaran pelajar untuk lebih waspada terhadap pergaulan dan pengaruh lingkungan.

Momentum Pesantren Ramadhan dimanfaatkan secara optimal oleh LAN Sumbar untuk memperkuat nilai keagamaan sekaligus membentengi generasi muda dari ancaman narkotika. Edukasi yang diberikan tidak hanya bertujuan menambah pengetahuan, tetapi juga membangun komitmen moral agar pelajar berani berkata tidak terhadap narkotika dalam bentuk apa pun.

Melalui kegiatan ini, Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat Firman Sikumbang, menegaskan komitmennya untuk terus melakukan road show dari masjid ke masjid, menyasar pelajar dan masyarakat sebagai garda terdepan dalam memerangi peredaran gelap narkotika. Harapannya, sinergi antara pemerintah, lembaga sosial, tenaga pendidik, dan tokoh agama dapat melahirkan generasi yang sehat, berprestasi, dan bebas narkotika, tuturnya (Boby)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments