Dari Mimbar ke Mimbar, Safari Ramadhan Kapolsek Pancung Soal Menguatkan Hukum dan Kamtibmas

iklan adsense

Dari Mimbar ke Mimbar, Safari Ramadhan Kapolsek Pancung Soal Menguatkan Hukum dan Kamtibmas


AKP Hendra, SH, MH.

PESISIR SELATAN, PIONIR---Langkah itu tak pernah lelah. Dari satu masjid ke masjid lainnya, suara imbauan terus digaungkan. Di tengah suasana Ramadhan 1447 H, Kapolsek Pancung Soal Polres Pesisir Selatan, AKP Hendra, SH, MH memilih mendekatkan pesan hukum dan keamanan bukan dari balik meja kantor, melainkan dari mimbar mesjid.

Jumat malam, 20 Februari 2026, Masjid Jami’ Nurul Huda menjadi titik persinggahan berikutnya dalam safari Ramadhan tersebut. Usai rangkaian ibadah, jamaah yang masih duduk bersaf rapi menyimak dengan seksama ketika AKP Hendra mensosialisasikan telah berlakunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terbaru, sekaligus menyampaikan imbauan kamtibmas selama bulan suci.

Dengan bahasa lugas dan mudah dipahami, ia menjelaskan bahwa KUHP terbaru membawa sejumlah perubahan penting yang harus diketahui masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketentuan mengenai tindak pidana pencurian. Nilai kerugian dalam perkara pencurian, jelasnya, tidak lagi semata-mata mengacu pada Peraturan Mahkamah Agung (Perma), melainkan telah menyesuaikan dengan pengaturan dalam KUHP yang baru.

Penjelasan itu bukan sekadar formalitas. Bagi masyarakat, pemahaman terhadap perubahan hukum menjadi krusial agar tidak terjadi salah tafsir maupun kesalahpahaman dalam proses penegakan hukum. Di tengah arus informasi yang kerap simpang siur, kehadiran aparat secara langsung di ruang-ruang ibadah menghadirkan klarifikasi yang menenangkan.

“Kami ingin masyarakat mengetahui dan memahami aturan yang berlaku saat ini. Dengan begitu, semua pihak bisa lebih berhati-hati dan tidak terjebak dalam persoalan hukum,” ungkap AKP Hendra di hadapan jamaah.

Safari Ramadhan tersebut tidak berhenti pada sosialisasi regulasi. Ia juga menyampaikan imbauan kamtibmas sebagai tindak lanjut arahan Kapolres Pesisir Selatan selama bulan suci. Masyarakat diajak bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, khususnya di wilayah hukum Polsek Pancung Soal.

Menurut AKP Hendra, Ramadhan adalah momentum memperkuat iman sekaligus mempererat persaudaraan. Karena itu, ia mengingatkan agar kegiatan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, seperti balap liar, petasan berlebihan, maupun aktivitas yang meresahkan warga, dapat dihindari.

“Kebersamaan antara kepolisian, tokoh agama, ninik mamak, dan seluruh elemen masyarakat adalah fondasi utama terciptanya situasi yang aman dan kondusif,” ujarnya.

Pendekatan dari masjid ke masjid ini menjadi strategi humanis Polsek Pancung Soal dalam membangun komunikasi yang lebih dekat dengan warga. Bukan sekadar menyampaikan aturan, tetapi juga merawat kepercayaan. Di ruang spiritual yang sarat nilai moral, pesan hukum terasa lebih membumi, sementara ajakan menjaga kamtibmas terdengar sebagai seruan bersama, bukan instruksi sepihak.

Di bawah cahaya lampu masjid yang temaram dan lantunan doa yang mengalun pelan, satu pesan mengemuka, menjaga keamanan adalah tanggung jawab kolektif. Dari mimbar ke mimbar, komitmen itu terus ditegaskan, demi Pancung Soal yang damai, tertib, dan penuh keberkahan sepanjang Ramadhan. (Firman Sikumbang)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments