Menjaga Tradisi, Merawat Keamanan

iklan adsense

Menjaga Tradisi, Merawat Keamanan

Pengamanan Balimau Polsek Sipora di Dusun Malabaet


MENTAWAI, PIONIR---Semarak tradisi Balimau menjelang Ramadan kembali terasa hangat di Dusun Malabaet, Desa Sioban, Rabu, 18 Februari 2026. 

Sejak pagi, masyarakat berbondong-bondong mendatangi lokasi pemandian. Anak-anak berlarian riang, para orang tua bercengkerama, sementara remaja sibuk mengabadikan momen kebersamaan. Di antara keramaian itu, tampak sosok-sosok berseragam yang berdiri sigap namun bersahabat, personel Polsek Sipora yang hadir memastikan tradisi berjalan aman dan tertib.

Pengamanan kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh AKP Herlina bersama jajaran personel Polsek Sipora. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas tugas, melainkan wujud komitmen Polri dalam merawat tradisi masyarakat sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

Balimau, bagi masyarakat Sipora, bukan hanya ritual mandi menyucikan diri sebelum memasuki bulan suci. Ia adalah simbol pembersihan lahir dan batin, momentum mempererat tali silaturahmi, serta ruang perjumpaan sosial yang memperkuat kohesi antarwarga. Karena itu, potensi keramaian yang muncul pun memerlukan perhatian khusus agar tidak terjadi hal-hal yang mengganggu ketertiban maupun keselamatan.

Sejak awal kegiatan, personel Polsek Sipora telah melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi, mengawasi titik-titik keramaian, serta memberikan imbauan secara persuasif kepada masyarakat. Pendekatan humanis dikedepankan. Tak jarang, aparat terlihat berbincang santai dengan warga, membantu anak-anak menyeberang, hingga mengingatkan remaja agar tetap berhati-hati saat berada di area pemandian.

“Kami ingin memastikan masyarakat merasa aman dan nyaman dalam menjalankan tradisi. Pengamanan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat,” ujar Kapolsek Sipora di sela-sela kegiatan.

Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Di lapangan, terlihat jelas bagaimana interaksi antara polisi dan warga berlangsung cair. Tidak ada jarak yang kaku. Justru yang tampak adalah komunikasi yang hangat, cerminan paradigma Polri yang semakin mengedepankan pelayanan dan kedekatan sosial.

Pengamanan Balimau juga menjadi bagian dari langkah preventif menjelang Ramadan. Momentum keagamaan sering kali diwarnai peningkatan aktivitas masyarakat. Dengan kehadiran aparat sejak awal, potensi gangguan keamanan dapat diminimalisir, sehingga masyarakat dapat memusatkan perhatian pada makna spiritual yang terkandung dalam tradisi tersebut.

Hingga kegiatan berakhir, suasana tetap kondusif. Tidak terjadi insiden berarti. Warga pun membubarkan diri dengan tertib, membawa pulang kesan kebersamaan yang hangat serta rasa aman yang terjaga.

Di Dusun Malabaet, sore itu bukan hanya tentang air yang menyentuh tubuh sebagai simbol penyucian. Ia juga tentang sinergi, antara adat dan keamanan, antara masyarakat dan aparat, antara tradisi dan tanggung jawab bersama. Polsek Sipora menunjukkan bahwa menjaga keamanan bukan sekadar tugas, melainkan bagian dari merawat kehidupan sosial itu sendiri.

"Pengamanan Balimau tahun ini menjadi bukti bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat dapat menjadi jembatan yang menguatkan rasa percaya. Tradisi pun tetap lestari, masyarakat merasa terlindungi, dan Ramadan disambut dengan hati yang lebih bersih," tukasnya (Firman Sikumbang)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments