Kapoksek Sioban Polres Kepulauan Mentawai AKP Herlina: Menata Hati, Membersihkan Negeri
Di tengah barisan warga, tampak, Kapolsek Sipora Polres Kepulauan Mentawai, AKP Herlina, hadir membaur tanpa jarak, ikut menyapu, mengangkat sampah, dan merapikan halaman masjid.
Gotong royong itu bukan sekadar rutinitas tahunan menjelang Bulan Suci Ramadhan. Ia menjadi ruang pertemuan yang hangat antara aparat dan masyarakat. Bhabinkamtibmas, personel Polsek Sipora, tokoh masyarakat, serta warga Desa Sioban bahu-membahu membersihkan setiap sudut rumah ibadah, dari halaman depan hingga selokan di sekeliling bangunan. Rumput liar dipangkas, dedaunan kering dikumpulkan, dan pagar yang tertutup semak kembali terlihat rapi.
Tak hanya masjid, area makam (kuburan) desa pun turut dibersihkan. Jalan setapak diperjelas, rumput yang meninggi diratakan, dan lingkungan sekitar kuburan ditata agar nyaman bagi warga yang hendak berziarah. Ada kesadaran bersama bahwa menjaga makam adalah bagian dari menghormati sejarah dan mendoakan mereka yang telah lebih dahulu berpulang.
Di sela kegiatan, AKP Herlina menyampaikan bahwa Ramadhan adalah momentum memperkuat persaudaraan. Menurutnya, membersihkan lingkungan adalah simbol membersihkan hati, menyambut bulan suci dengan kesiapan lahir dan batin. Kehadiran polisi di tengah kegiatan sosial ini pun dirasakan warga sebagai bentuk kedekatan yang nyata, bukan sekadar formalitas.
Menjelang siang, setelah penat melakukan gotong royong membersihkan masjid dan kuburan, suasana berubah menjadi lebih santai. Kapolsek bersama warga duduk bersila di teras masjid. Hidangan sederhana tersaji, makanan rumahan yang dibawa secara swadaya. Tawa kecil dan obrolan ringan mengalir, menggantikan suara sapu dan cangkul yang sejak pagi mendominasi.
Makan bersama di teras masjid itu menjadi penutup yang hangat. Tidak ada kursi khusus, tidak ada jarak pangkat dan jabatan. Semua duduk sejajar, menikmati kebersamaan dalam kesederhanaan. Di situlah terasa makna gotong royong yang sesungguhnya, bukan hanya kerja bersama, tetapi juga berbagi rasa dan mempererat ikatan.
Dari Desa Sioban, kebersamaan itu menjadi pesan kuat, menyambutbulan suci Ramadhan bukan hanya dengan membersihkan tempat ibadah, tetapi juga dengan menumbuhkan rasa persaudaraan. Kebersihan yang tercipta hari itu bukan sekadar pada halaman masjid dan makam, melainkan juga pada hati masyarat. (Firman Sikumbang)


0 Comments