Dari Recehan Menjadi Harapan: Kisah Sunyi Pengabdian Sabhara Dit Samapta Polda Sumatera Barat
Di bawah kendali Kasubdit Dalmas Polda Sumatera Barat, Kompol Maman Risadi, S.H., para personel menyisihkan sebagian kecil rezeki mereka setiap Selasa dan Kamis pagi. Hanya seribu, dua ribu, hingga lima ribu rupiah. Nominal yang nyaris tak terasa, namun ketika dikumpulkan dengan niat tulus, berubah menjadi kekuatan yang menghangatkan. Rata-rata lebih dari Rp400 ribu terkumpul, cukup untuk menghadirkan harapan bagi mereka yang sedang kesulitan.
Dana itu tak disimpan lama. Ia segera menjelma menjadi beras, telur, dan minyak goreng, kebutuhan paling dasar yang kerap luput dari perhatian banyak orang. Bantuan tersebut kemudian dibawa menyusuri jalanan kota, mengikuti langkah patroli para anggota. Di sanalah mata dan hati bekerja bersamaan: melihat rumah sederhana yang sunyi dapur asapnya, menyapa warga yang menahan beban hidup dalam diam, lalu menyerahkan bantuan tanpa banyak kata.
Direktur Samapta Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Akhmadi, S.I.K., menegaskan bahwa semangat berbagi merupakan bagian dari nilai kemanusiaan yang harus terus hidup di tengah tugas kepolisian. Ia mengingatkan personel agar tidak hanya menjalankan rutinitas, tetapi menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk melalui kegiatan sosial seperti pembagian sembako untuk membantu meringankan beban warga yang membutuhkan.
Bagi personel Samapta, pengabdian bukan sekadar memastikan situasi tetap aman dan tertib. Lebih dari itu, pengabdian adalah menghadirkan rasa tenang sekaligus rasa peduli. Karena itulah setiap anggota diingatkan untuk peka terhadap lingkungan sekitar, bahkan di dekat rumah kost tempat mereka tinggal. Jika ada yang membutuhkan, maka tangan harus terulur, sesuai kemampuan, melalui Dana Sabhara Seribu yang dihimpun bersama.
Gerakan kecil ini mungkin tak selalu terlihat, tak pula riuh diberitakan. Namun di balik kesederhanaannya, ia menyimpan makna besar, bahwa kebaikan tidak menunggu jumlah yang banyak, melainkan hati yang tergerak. Dari recehan yang dikumpulkan dengan keikhlasan, lahir senyum yang menghapus cemas, dan harapan yang kembali menyala.
Di Sumatera Barat, Sabhara tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan. Mereka juga hadir sebagai penjaga kemanusiaan, membuktikan bahwa seragam bisa berdiri tegak sekaligus merunduk rendah untuk berbagi. (Firman Sikumbang)


0 Comments