Jejak Intelektual dan Kepemimpinan Anak Minang
Minangkabau sejak lama dikenal sebagai rahim yang melahirkan tokoh-tokoh intelektual berpengaruh. Tradisi surau sebagai pusat pendidikan agama dan pembentukan karakter, membentuk daya juang dan wawasan kosmopolitan, menjadi fondasi kuat lahirnya pemimpin-pemimpin tangguh dari Ranah Minang.
Dari dunia politik, birokrasi, hingga pendidikan tinggi, kiprah tokoh-tokoh Minangkabau membuktikan bahwa kecerdasan harus berjalan beriringan dengan integritas dan keberanian mengambil peran.
Salah satu figur birokrat berpengalaman adalah Syamsu Rahim. Ia pernah menjabat sebagai Wali Kota Solok periode 2005–2010 sebelum dipercaya menjadi Bupati Solok periode 2010–2015.
Sewaktu menjabat sebagai Wali Kota Solok, Syamsu Rahim menorehkan sejumlah prestasi membanggakan. Ia menerima Adipura dari Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 2007 sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan pengelolaan kebersihan dan lingkungan kota. Pada tahun yang sama, ia juga meraih Penghargaan Widyakrama dari Pemerintah Republik Indonesia atas komitmennya di bidang pendidikan, serta Leadership Award 2007 dari Leadership Park Institute, Jakarta. Rangkaian penghargaan tersebut menjadi indikator kuat atas kepemimpinannya yang progresif dan berorientasi pada pelayanan publik.
Di Kabupaten Lima Puluh Kota, nama Irfendi Arbi menjadi salah satu representasi kepemimpinan yang menekankan integritas dan akuntabilitas. Selain berhasil mengantarkan daerahnya meraih dan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) lima kali berturut-turut, Irfendi Arbi juga tercatat menerima sertifikat penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai panelis dalam talk show praktik baik pencegahan korupsi pada 22 Agustus 2020. Capaian ini menjadi penegasan bahwa tata kelola keuangan yang transparan dan komitmen terhadap pencegahan korupsi adalah fondasi utama pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Sementara itu, di ranah akademik, Prof. Ganefri, Ph.D, bergelar adat Datuak Djunjungan Nan Bagadiang, menunjukkan kuatnya tradisi intelektual Minangkabau di tingkat nasional. Ia menjabat sebagai Rektor Universitas Negeri Padang selama dua periode (2016–2024) dan dipercaya menjadi Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia periode 2022–2024. Selain itu, ia juga tercatat sebagai Ketua Badan Pembina Universitas Bung Hatta.
Atas dedikasi dan kepemimpinannya di dunia pendidikan tinggi, Prof. Ganefri meraih Anugerah Academic Leader dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia sebagai Rektor Terbaik se-Indonesia untuk kategori Perguruan Tinggi Terakreditasi Unggul pada Senin, 13 November 2023. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan nasional atas kontribusinya dalam memajukan tata kelola dan mutu perguruan tinggi.
Kisah para tokoh ini menegaskan satu benang merah: intelektualitas Minangkabau tidak berhenti pada gagasan, tetapi diwujudkan dalam kerja nyata. Keberanian mengambil tanggung jawab, ketekunan membangun sistem, dan komitmen memberi dampak positif bagi masyarakat menjadi warisan nilai yang terus hidup.
Dari surau hingga panggung nasional, tokoh-tokoh Minang membuktikan bahwa pendidikan, integritas, dan pengalaman adalah kunci membangun peradaban.


0 Comments