Lambung Bukit Terisolasi, Akses Jalan Amblas Diterjang Arus Batang Kuranji
Kelurahan Lambung Bukit yang berada di seberang Batang Kuranji kini hanya bisa diakses dengan risiko tinggi, kurang lebih 60 meter dilaporkan terban akibat terkikis air pascabanjir bandang yang melanda kawasan itu pada akhir tahun lalu. Hingga Minggu, 22 Februari 2026, belum ada perbaikan yang dilakukan.
Ketua RW 2 Kelurahan Lambung Bukit, Basril, mengatakan kondisi tersebut sudah terjadi sekitar dua bulan terakhir, tepatnya sejak banjir bandang “mahondoh” wilayah itu. Jalan yang terban merupakan akses utama warga untuk beraktivitas, termasuk bagi anak-anak sekolah.
“Jalan kampung yang terban ini satu-satunya akses keluar masuk. Tidak ada jalan alternatif lain. Anak-anak sekolah sangat terdampak,” ujar Basril.
Ia menambahkan, jika kondisi ini terus dibiarkan, aktivitas perekonomian warga dipastikan lumpuh. Distribusi kebutuhan pokok dan mobilitas masyarakat menjadi terganggu karena jalan tersebut merupakan urat nadi kampung.
“Tolong segera diperbaiki jalan kami ini. Lihatlah, kerusakannya bertambah parah. Jangan dibiarkan begitu saja,” tuturnya berharap.
Tokoh pemuda Lambung Bukit, Edi, menyebutkan pihaknya telah menyampaikan kondisi tersebut kepada dinas terkait, termasuk saat kunjungan Wakil Gubernur Sumatera Barat ke lokasi terdampak. Namun hingga kini belum ada kepastian tindak lanjut.
“Sudah kami sampaikan ke PSDA saat kunjungan Wakil Gubernur ke daerah ini. Tapi sampai sekarang belum ada informasi kapan perbaikan dilakukan. Padahal jalan terban dan jembatan irigasi Gunung Nago yang putus itu satu-satunya akses kampung ini,” katanya.
Menurut Edi, sedikitnya 700 kepala keluarga (KK) bermukim di wilayah tersebut. Selain terancam terisolasi, warga juga dihantui potensi banjir susulan akibat luapan Sungai Batang Kuranji. Ia menilai normalisasi sungai dan perbaikan infrastruktur menjadi kebutuhan mendesak.
“Waktu banjir bandang, jembatan irigasi Gunung Nago putus total. Anak-anak terpaksa menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah karena belum ada perbaikan,” ujarnya.
Harapan serupa disampaikan tokoh masyarakat Lambung Bukit, Sanusi, yang akrab disapa Ujang. Ia meminta pemerintah segera mengoptimalkan kembali akses jalan di wilayah tersebut agar aktivitas warga dapat kembali normal.
“Kami hanya berharap pemerintah segera turun tangan. Ini menyangkut keselamatan dan kehidupan ratusan keluarga,” pungkasnya. (Firman Sikumbang)


0 Comments