LAN Sumbar Serahkan SK Definitif LAN Kabupaten Dharmasraya

iklan adsense

LAN Sumbar Serahkan SK Definitif LAN Kabupaten Dharmasraya

Dari Palanta Sibiran, Amunisi Baru Perang Melawan Peredaran Gelap Narkotika Dilahirkan


Pulau Punjung, Pionir-----Sabtu (31/1), siang itu bukan sekadar menjadi tempat seremonial penyerahan surat keputusan. Di Sekretariat LAN Kabupaten Dharmasraya itu, sebuah tekad kolektif untuk memerangi narkotika kembali diteguhkan.

Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat resmi menyerahkan SK definitif kepengurusan LAN Kabupaten Dharmasraya, sebuah langkah strategis dalam memperluas barisan perang melawan narkotika hingga ke akar rumput.

Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, berdiri di hadapan para pengurus yang baru saja dikukuhkan. Tatapannya tegas, namun getar emosional tak bisa disembunyikan. Saat memaparkan arah dan teknis program kerja, suaranya beberapa kali terhenti. Kata-katanya terbata, dadanya sesak oleh rasa haru.

Bagi Firman, momen ini bukan sekadar administrasi organisasi, melainkan kelahiran amunisi baru P4GN di wilayah yang rawan menjadi lintasan peredaran gelap narkotika.

“Perang melawan narkotika tidak bisa hanya dari atas meja. Ia harus turun ke nagari, ke jorong, ke rumah-rumah warga,” tegas Firman, memecah keheningan Palanta Sibiran.

Penyerahan SK definitif ini turut dihadiri Bendahara LAN Provinsi Sumatera Barat Citra Widya Sari, SE, Akt, Ketua Divisi Logistik Sanusi, SH, serta Titi Devianti dan Rahmawati dari Tim Walet Reaksi Cepat (WRC) LAN Sumatera Barat.

Kehadiran mereka menegaskan bahwa pembentukan LAN Kabupaten Dharmasraya bukan agenda simbolik, melainkan bagian dari desain besar penguatan P4GN di Sumatera Barat.

Antusiasme pengurus LAN Kabupaten Dharmasraya terasa nyata. Pertanyaan demi pertanyaan mengalir, tentang strategi pencegahan, pola sosialisasi, mekanisme pelaporan, hingga teknis sinergi dengan aparat dan pemerintah daerah. Isu P4GN menjadi poros utama diskusi. Ini bukan sekadar rasa ingin tahu, melainkan kegelisahan kolektif menghadapi ancaman narkotika yang kian menyusup ke tengah-tengah masyarakat.

Firman menjawab setiap pertanyaan itu dengan lantang. Ia menekankan bahwa P4GN bukan hanya soal Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika, tetapi juga pencegahan berbasis komunitas, edukasi berkelanjutan, dan keberanian membangun jejaring kerja lintas sektor.
LAN, kata Firman, harus menjadi mitra strategis, bukan penonton dalam upaya menyelamatkan generasi muda.

Dalam paparannya, Firman Sikumbang menguraikan program kerja LAN yang berpijak pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). Mulai dari sosialisasi bahaya narkotika, pembentukan relawan, pemetaan wilayah rawan, hingga penguatan respons cepat melalui jaringan Walet Reaksi Cepat (WRC).

Ia meminta pengurus yang baru saja dikukuhkan bekerja maksimal, disiplin organisasi, dan menjadikan LAN sebagai gerakan moral yang hidup di tengah masyarakat.

“LAN Kabupaten Dharmasraya harus tumbuh sampai ke jorong. Kalau narkoba bisa masuk sampai ke pelosok, maka gerakan P4GN juga harus lebih dulu sampai ke sana,” ujarnya

Bagi Firman Sikumbang, terbentuknya LAN Kabupaten Dharmasraya adalah penanda bahwa perjuangan panjang melawan narkotika tidak berjalan sendiri. Setiap kabupaten yang berdiri kokoh akan memperkuat barisan provinsi. Setiap pengurus yang bekerja dengan hati akan menjadi benteng bagi anak-anak bangsa.

Sementara itu, Ketua LAN Kabupaten Dharmasraya Dasriyan menyambut amanah tersebut dengan penuh kesadaran. Ia menyebut SK definitif ini sebagai tanggung jawab moral, bukan sekadar legalitas organisasi.

“Ini bukan jabatan, ini pengabdian. Kami siap menjalankan program P4GN secara nyata, bersinergi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat. Target kami jelas, menyelamatkan Dharmasraya dari ancaman narkotika hingga ke tingkat nagari dan jorong,” tegas Dasriyan.

Dari Palanta Sibiran, sebuah komitmen dilahirkan. Perang terhadap narkotika tidak lagi hanya slogan. Dengan terbentuknya LAN Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat menambah satu lagi benteng pertahanan, sebuah amunisi baru dalam perjuangan melawan peredaran gelap natkotika. ( Boby)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments