Menjaga Nagari dari Ancaman Narkotika
Sabtu pagi, 7 Februari 2026, perjalanan itu membawanya ke Kenagarian Pulasan, Kecamatan Tanjung Gadang, Kabupaten Sijunjung. Suasana pertemuan berlangsung hangat, jauh dari kesan formal yang kaku. Di sana hadir Wali Nagari Pulasan Awardi Datuok Rajo Godang, Penghulu Legang Sutan, serta Penghulu Tarmizi Rajo Lelo, para penjaga nilai yang selama ini menjadi sandaran masyarakat nagari.
Bagi Dasriyan, memutus rantai peredaran narkotika tidak cukup hanya dengan penindakan hukum. Lebih dari itu, dibutuhkan kekuatan sosial yang tumbuh dari kesadaran bersama. Karena itulah program LAN Go to Nagari digagas: menghadirkan gerakan pencegahan yang berakar pada adat, kebersamaan, dan kepedulian masyarakat sendiri.
Dalam pertemuan tersebut, ia mengajak seluruh unsur nagari untuk tidak sekadar menjadi penonton. Tokoh adat, pemerintah nagari, pemuda, hingga keluarga memiliki peran penting menjaga lingkungan tetap bersih dari pengaruh narkoba. “Tujuan kita satu, menciptakan masyarakat yang aman, bersih, dan bebas dari narkotika,” ujarnya dengan nada tenang namun penuh keyakinan.
Seruan itu bukan tanpa alasan. Nagari adalah ruang pertama tempat nilai ditanamkan, tempat generasi muda belajar membedakan yang baik dan yang merusak masa depan. Ketika nagari kuat, maka benteng sosial terhadap narkotika pun akan semakin kokoh.
Para tokoh yang hadir menyambut ajakan tersebut dengan semangat yang sama. Kesadaran tumbuh bahwa menjaga nagari bukan hanya tanggung jawab lembaga tertentu, melainkan amanah bersama. Peran penghulu, wali nagari, serta masyarakat menjadi kunci untuk membangun lingkungan yang saling mengawasi, saling mengingatkan, dan saling melindungi.
Gerakan seperti ini mungkin tidak selalu terlihat gemerlap. Tidak ada panggung besar atau sorotan lampu. Namun justru dari pertemuan sederhana di nagari, harapan itu dirawat. Harapan agar anak-anak tumbuh tanpa bayang-bayang narkotika. Harapan agar keluarga tetap utuh. Harapan agar masa depan daerah tidak direnggut oleh bahaya yang merusak.
Bagi Dasriyan, perjalanan ke nagari-nagari adalah bentuk komitmen bahwa pencegahan harus dimulai dari akar. Setiap dialog, setiap jabat tangan, dan setiap kesepahaman adalah langkah kecil menuju perubahan yang lebih besar. Ia percaya, ketika seluruh elemen masyarakat bergerak bersama, rantai peredaran narkotika bukan hal mustahil untuk diputus.
Kenagarian Pulasan hanyalah satu titik dari perjalanan panjang tersebut. Namun dari titik kecil itulah cahaya harapan akan menyala, menandakan bahwa kepedulian masih hidup, bahwa kebersamaan masih kuat, dan bahwa nagari tetap menjadi benteng pertama menjaga generasi dari ancaman narkotika. (Tim)


0 Comments