Jejak Kriminal Terkuak di Polsek Lengayang
Dari interogasi sunyi di balik jeruji, hingga harapan baru warga yang kembali merasa aman.
Apa yang semula tampak sebagai perkara biasa, perlahan membuka tabir rangkaian kejahatan yang lebih luas, sebuah jejak kriminal yang merentang di beberapa titik wilayah hukum Lengayang, dan selama berbulan-bulan menumbuhkan keresahan di tengah masyarakat.
Kedua tersangka sebenarnya telah lebih dulu mendekam di Rumah Tahanan Polres Pesisir Selatan dalam perkara lain. Namun interogasi mendalam yang dilakukan penyidik menjadi pintu masuk pengungkapan baru. Dari pengakuan yang mengalir perlahan, terkuak bahwa mereka telah melakukan pencurian kendaraan bermotor di empat lokasi berbeda sejak akhir tahun 2025.
Bagi warga, kehilangan sepeda motor bukan sekadar kerugian materi. Ia adalah hilangnya alat mencari nafkah, terhentinya aktivitas harian, bahkan rasa aman yang ikut tercabut. Karena itu, setiap pengakuan yang tertulis di atas kertas penyidikan menjadi secercah harapan bahwa keadilan masih bekerja.
Bergerak Cepat Menyisir Jejak
Berbekal pengakuan para tersangka, penyidik tak membuang waktu. Penelusuran dilakukan ke berbagai titik yang disebutkan, mulai dari Daratan Merantiah, Solok Padi-Padi, hingga kawasan rumah ibadah di wilayah Lakitan.
Langkah demi langkah itu akhirnya berbuah hasil. Petugas berhasil mengamankan empat unit sepeda motor berbagai merek yang sebelumnya dilaporkan hilang, berikut dua unit telepon genggam yang turut digasak pelaku.
Keempat kendaraan tersebut terdiri dari, Dua unit Honda Vario, Satu unit Honda Beat, Satu unit Honda Revo. Kini seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolsek Lengayang, menjadi penanda nyata bahwa rangkaian kejahatan yang sempat meresahkan itu benar-benar terjadi, dan berhasil diurai.
Pengungkapan ini sekaligus menjawab kegelisahan warga Kenagarian Lakitan Induk dan Lakitan Utara. Dalam beberapa bulan terakhir, laporan kehilangan kendaraan kerap terdengar di tempat umum maupun lingkungan permukiman. Rasa curiga sempat tumbuh, bahkan di antara tetangga sendiri. Namun kepastian hukum yang mulai tampak perlahan memulihkan kepercayaan masyarakat.
Komitmen Menjaga Rasa Aman
Kapolsek Lengayang, Iptu AA Reggy, S.Tr.K, menegaskan bahwa setiap laporan tindak pidana, sekecil apa pun, akan ditangani secara serius.
Baginya, pengungkapan kasus bukan hanya soal menemukan pelaku, tetapi juga mengembalikan rasa aman yang sempat hilang dari tengah masyarakat.
Ia juga mengingatkan warga untuk tetap waspada. Penggunaan kunci ganda saat memarkir kendaraan, terutama di lokasi rawan, menjadi langkah sederhana namun penting dalam mencegah kejahatan serupa terulang.
Pesan itu terdengar sederhana, tetapi di baliknya tersimpan harapan besar: bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan ikhtiar bersama seluruh masyarakat.
Ketika Keheningan Berubah Menjadi Kepastian
Setiap kasus kriminal selalu menyisakan cerita, tentang korban yang kehilangan, pelaku yang akhirnya tertangkap, dan aparat yang bekerja dalam senyap.
Di Lengayang, kisah itu kini memasuki babak baru. Barang bukti telah ditemukan. Pengakuan telah tercatat. Dan masyarakat perlahan kembali menata rasa tenang dalam aktivitas sehari-hari. Keheningan ruang penyidikan yang dulu menyimpan rahasia, kini berubah menjadi kepastian hukum.
Sebuah pengingat bahwa di balik setiap keresahan, selalu ada upaya tak terlihat yang terus bekerja, menjaga harapan agar tetap menyala di tengah kehidupan masyarakat. (Tim)


0 Comments