Menjaga Ranah Pesisir dari Bayang-Bayang Narkotika
Pertemuan tersebut mempertemukan Ketua Lembaga Anti Narkotika Sumbar Firman Sikumbang, didampingi Walet Reaksi Cepat (WRC) LAN, Raditio Harahap, dengan tiga kepala sekolah dari Kabupaten Pesisir Selatan, Kepala SMA Negeri 1 Linggo Sari Baganti, Drs. Armis, M.Pd, Kepala SMAN 2 Painan, Erisman, M.Pd, serta Kepala SMAN 2 Linggo Sari Baganti, Dedelfi Putra, MM. Di tengah suasana akrab, percakapan mereka mengerucut pada satu kegelisahan bersama, peredaran gelap narkotika yang kian mendekati ruang-ruang pendidikan.
Bagi dunia sekolah, narkotika bukan sekadar isu hukum, melainkan ancaman nyata terhadap harapan. Sekolah yang seharusnya menjadi ruang tumbuh nilai dan cita-cita, bisa berubah rapuh jika generasi mudanya kehilangan arah. Karena itulah, para kepala sekolah di Ranah Pesisir ini mendorong agar gerakan P4GN LAN Provinsi Sumatera Barat lebih masif menjangkau lingkungan pendidikan.
Drs. Armis, M.Pd menuturkan dengan nada tenang namun penuh kesungguhan bahwa sekolah tidak bisa berjalan sendiri menghadapi persoalan besar ini. Menurutnya, kehadiran LAN Sumatera Barat menjadi energi penting untuk memperkuat benteng moral dan pengetahuan siswa terhadap bahaya narkotika.
“Sekolah memiliki tanggung jawab membentuk karakter, tetapi penguatan dari lembaga yang kompeten seperti LAN sangat kami butuhkan. Kami ingin anak-anak di Pesisir Selatan tumbuh dengan kesadaran yang kuat, memahami risiko, dan berani mengatakan tidak pada narkotika,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala SMAN 2 Painan Erisman, M.Pd memandang edukasi tentang bahaya narkotika harus dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh langsung kehidupan pelajar. Ia menilai pendekatan persuasif melalui penyuluhan, dialog, serta pembinaan karakter menjadi langkah penting agar siswa tidak mudah terjerumus.
“Kami di sekolah berharap kegiatan P4GN tidak berhenti pada satu momentum saja, tetapi hadir secara rutin sehingga menjadi bagian dari budaya pendidikan. Ketika pemahaman siswa kuat, mereka bukan hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga dapat menjadi pengingat bagi teman-temannya,” ungkap Erisman.
Pandangan tersebut menegaskan bahwa menjaga generasi muda berarti menjaga masa depan daerah. Upaya pencegahan, menurut para pendidik di Ranah Pesisir, harus dimulai sejak dini melalui kolaborasi erat antara sekolah, pemerintah, dan lembaga anti narkotika.
Para kepala sekolah bahkan menyarankan agar koordinasi diperkuat bersama Kepala Cabang Dinas Wilayah VII Kabupaten Pesisir Selatan, sehingga gerakan pencegahan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
Di tengah terik nya siang itu, pertemuan itu meninggalkan harapan yang justru terasa menyejukkan. Bahwa melawan narkotika bukan hanya tugas aparat, melainkan panggilan nurani bersama. Dari ruang Lotek Puskud itu, Ranah Pesisir kembali menegaskan satu keyakinan, menjaga generasi muda adalah menjaga masa depan bangsa, tukasnya (Boby)


0 Comments