Mursalim : Narkotika Bukan Aib, Melainkan Penyakit yang Harus Disembuhkan

iklan adsense

Mursalim : Narkotika Bukan Aib, Melainkan Penyakit yang Harus Disembuhkan


PADANG, PIONIR---Upaya memerangi penyalahgunaan narkotika tidak cukup hanya dengan penegakan hukum. Dibutuhkan perubahan cara pandang masyarakat agar korban tidak semakin terpuruk oleh stigma. Pesan itu disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumatera Barat, Mursalim, saat berdialog bersama organisasi kemasyarakatan penggiat anti-narkotika di ruang pertemuan lantai II BNNP Sumbar, Rabu, 10 Februari 2026.

Di hadapan para pegiat P4GN, Mursalim menegaskan bahwa penyalahgunaan narkotika bukanlah aib keluarga, melainkan penyakit yang harus disembuhkan melalui pendekatan kemanusiaan dan rehabilitasi. Stigma sosial, menurutnya, justru membuat korban enggan mencari pertolongan dan memperpanjang rantai ketergantungan.

Pandangan tersebut sejalan dengan komitmen Katim Dayamas BNNP Sumbar, Kombes Pol. Erlis, S.E, M.H. Erlis menyebut ancaman narkotika di Sumatera Barat masih sangat serius dan membutuhkan kerja bersama lintas sektor. Ia menekankan bahwa penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan rehabilitasi dan edukasi publik agar pemulihan korban benar-benar terwujud.

“Pemberantasan tidak bisa berdiri sendiri. Rehabilitasi dan pencegahan harus diperkuat agar masyarakat yang terpapar dapat kembali pulih dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” tegasnya.

Dukungan terhadap pendekatan kolaboratif juga datang dari Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Sumatera Barat, Firman Sikumbang. Ia menilai perubahan cara pandang masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan gerakan P4GN, terutama dalam mendorong keluarga berani membawa korban untuk mendapatkan rehabilitasi.

“Selama ini banyak keluarga memilih diam karena takut stigma. Padahal, ketika korban dibawa untuk direhabilitasi, di situlah harapan hidup baru dimulai. LAN akan terus hadir memberikan edukasi dan pendampingan agar masyarakat tidak lagi takut mencari pertolongan,” ujar Firman.

Menurutnya, gerakan pencegahan harus dimulai dari ruang paling dekat, keluarga, sekolah, dan komunitas. LAN Sumbar, kata dia, berkomitmen memperluas sosialisasi, memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah serta BNNP, dan menghadirkan edukasi berkelanjutan bagi generasi muda.

Dialog yang berlangsung hangat di BNNP Sumbar itu pun menjadi penegasan bahwa perang melawan narkotika bukan sekadar agenda penindakan, melainkan gerakan penyelamatan generasi. Perubahan perspektif, dari mengucilkan menjadi menyembuhkan, menjadi kunci agar harapan tetap tumbuh di tengah ancaman.

Sebab pada akhirnya, menyembuhkan jauh lebih mulia daripada menghakimi. Dan harapan untuk bebas dari jerat narkotika akan selalu ada, selama masyarakat memilih peduli dan bergerak bersama, tukasnya (Boby)


iklan adsense

Post a Comment

0 Comments