Bhakti Ramadan di Agam, Kwartir Daerah (Kwarda) Sumatera Barat Salurkan Bantuan untuk Korban Longsor, Audy Joinaldy: Pramuka Harus Hadir Saat Masyarakat Membutuhkan
Bhakti Ramadan dilaksanakan di Kecamatan Tanjung Raya, tepatnya di Jorong Bancah Dusun Ujung Nagari Maninjau serta Jorong Linggai Nagari Duo Koto. Kedua wilayah tersebut merupakan daerah terdampak bencana tanah longsor beberapa bulan lalu yang menyebabkan puluhan kepala keluarga harus mengungsi ke hunian sementara (huntara).
Rombongan Kwarda Sumbar turut dihadiri Ketua Harian Kwarcab Agam yang juga Sekda Agam, Lutfi, Camat Tanjung Raya, serta para wali nagari dari Tanjung Sani, Sungai Batang, dan Duo Koto. Hadir pula Tim P4GN Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat bersama unsur Satgas Pramuka Peduli Sumbar, termasuk Iptu (P) Januar yang menjabat sebagai Wakil Komandan Satgas Pramuka Peduli Sumbar.
Di Jorong Bancah, Kwarda Sumbar menyerahkan bantuan berupa uang tunai, minuman kaleng, serta paket kurma kepada 35 kepala keluarga dari Dusun Labuah Nagari Sungai Batang dan Dusun Bancah Nagari Maninjau. Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Huntara Linggai Park Nagari Duo Koto. Di lokasi ini, selain menyerahkan bantuan serupa, Pramuka Peduli juga memberikan tambahan perlengkapan ibadah berupa sajadah, mukena, dan kain sarung untuk mushala di lingkungan huntara. Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama penghuni huntara dan masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Audy Joinaldy menegaskan bahwa gerakan Pramuka harus selalu hadir di tengah masyarakat, terutama saat menghadapi musibah.
“Pramuka tidak boleh hanya hadir dalam kegiatan seremonial. Pramuka harus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Hari ini kita datang bukan sekadar membawa bantuan, tetapi membawa semangat dan memastikan bahwa saudara-saudara kita di Agam tidak sendiri menghadapi cobaan ini,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap tabah dan menjaga semangat gotong royong.
“Musibah adalah ujian, tetapi juga penguat persaudaraan. Jangan biarkan semangat kebersamaan ini luntur. InsyaAllah, dengan kebersamaan kita bisa bangkit lebih kuat,” tambahnya.
Sementara itu, Iptu (P) Januar menegaskan bahwa kegiatan Bhakti Ramadan ini merupakan wujud nyata kepedulian Pramuka Sumatera Barat terhadap warga terdampak longsor.
“Kami ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendiri. Kehadiran kami adalah bentuk empati dan tanggung jawab sosial. Bantuan ini mungkin tidak besar, tetapi kami berharap dapat meringankan beban warga dalam menjalani Ramadan,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa bantuan yang disalurkan tidak hanya berasal dari Kwarda Sumbar, tetapi juga dari Kwartir Nasional (Kwarnas) serta sejumlah Kwarda lain di Indonesia seperti Kwartir Daerah Jawa Tengah, Kwartir Daerah Kalimantan Selatan, dan Kwartir Daerah Jawa Timur, serta beberapa Kwarcab di berbagai daerah.
“Ini bukti bahwa semangat gotong royong Pramuka berskala nasional. Solidaritas ini yang harus terus kita jaga,” tutup Januar.
Kegiatan Bhakti Ramadan ini menjadi bukti nyata bahwa nilai kepedulian, solidaritas sosial, dan semangat gotong royong tetap hidup di tengah masyarakat Sumatera Barat melalui gerakan Pramuka Peduli, tukasnya (Firman Sikumbang)


0 Comments