LAN Pasaman Barat Perkuat Struktur hingga ke Tingkat Nagari, Parizal Hafni, Kita Tidak Boleh Kalah oleh Narkotika
Parizal Hafni, ST
PASAMAN BARAT, PIONIR — Menyikapi tingginya peredaran gelap narkotika di Kabupaten Pasaman Barat, Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kabupaten Pasaman Barat, Parizal Hafni, ST, menegaskan komitmennya untuk memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat nagari sebagai langkah strategis memerangi narkotika dari akar rumput.
Menurut Parizal, penguatan kepengurusan hingga ke nagari bukan sekadar pembentukan struktur administratif, tetapi bagian dari gerakan kolektif yang melibatkan seluruh unsur masyarakat. Ia menilai, peredaran narkotika di Pasaman Barat sudah berada pada titik yang memerlukan respons cepat, terukur, dan berkelanjutan.
Berdasarkan data BNNK Pasaman Barat sepanjang 2025, aparat berhasil mengamankan 1,9 kilogram sabu dan 335 kilogram ganja serta menangkap 20 orang pengedar. Kondisi ini, kata Parizal, menjadi alarm keras bagi semua pihak.
“Kita tidak boleh lengah, apalagi merasa ini hanya tugas aparat penegak hukum. Peredaran narkotika di Pasaman Barat sudah sangat mengkhawatirkan. Ini ancaman nyata bagi generasi muda kita. Karena itu, LAN harus hadir sampai ke nagari, bahkan sampai ke jorong-jorong,” tegas Parizal.
Ia menjelaskan, secara geografis Pasaman Barat berada di posisi strategis yang berbatasan langsung dengan Sumatera Utara dan Riau. Kondisi ini menjadikan daerah tersebut rawan sebagai jalur masuk peredaran ganja dan sabu lintas provinsi.
“Letak wilayah kita menjadi tantangan tersendiri. Pasaman Barat tidak boleh menjadi jalur empuk bagi pengedar. Kita harus mempersempit ruang gerak mereka dengan sistem pencegahan yang kuat dan terorganisir,” ujarnya.
Sebagai langkah konkret, LAN Kabupaten Pasaman Barat akan mengoptimalkan program Nagari Bersinar (Bersih Narkoba). Program ini difokuskan pada penguatan ketahanan keluarga, edukasi dini di lingkungan sekolah dan masyarakat, pembentukan relawan anti-narkotika, serta pemetaan wilayah rawan. Parizal menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur adat dan sosial dalam gerakan ini.
“Kita akan gandeng pemerintahan nagari, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, hingga pemuda parik paga nagari. Pencegahan narkotika tidak bisa berjalan sendiri. Ini harus menjadi gerakan bersama berbasis kearifan lokal,” katanya.
Selain itu, LAN Kabupaten Pasaman Barat juga akan mendorong pembentukan Pos Terpadu di tingkat nagari yang bertugas memantau, mencegah, dan melaporkan potensi peredaran gelap narkotika secara cepat dan terkoordinasi.
Menurut Parizal, sinergi dengan pemerintah daerah, TNI/Polri, serta partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pemberantasan narkotika.
“Kita ingin membangun sistem peringatan dini di tengah masyarakat. Jika ada indikasi peredaran, segera laporkan. Jangan takut. Semakin cepat kita bergerak, semakin besar peluang kita menyelamatkan generasi muda,” ungkapnya.
Ia pun menegaskan bahwa perang melawan narkotika bukan hanya slogan, tetapi komitmen nyata yang harus diwujudkan melalui kerja kolektif dan konsisten.
“Ini bukan sekadar program organisasi. Ini panggilan moral. Kita tidak boleh kalah oleh narkotika. Kalau kita bersatu, insya Allah Pasaman Barat bisa kita jadikan daerah yang bersih dan tangguh dari ancaman narkoba,” tukasnya (tim)


0 Comments