LAN Sumbar dan LAN Kota Padang Sosialisasi Bahaya Narkotika di Pesantren Ramadhan Mesjid AL-Muahajirin
Pesantren Ramadhan Mesjid Al-Muhajirin
PADANG, PIONIR--Pesantren Ramadhan menjadi langkah strategis dalam membentengi pelajar dari ancaman peredaran gelap narkotika. Momentum bulan suci ramadhan itu dimanfaatkan untuk memperkuat keimanan sekaligus memberikan edukasi komprehensif tentang bahaya narkotika kepada generasi muda.
Seperti sosialisasi yang dilaksanakan oleh Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bersama Lembaga Anti Narkotika Kota Padang ini menghadirkan pemahaman mendalam mengenai jenis-jenis narkotika, dampak buruknya terhadap kesehatan dan moral, hingga konsekuensi hukum yang mengintai pelaku penyalahgunaan. Tidak hanya itu, kegiatan tersebut juga menanamkan kesadaran religius sebagai bentuk ketaatan dan tanggung jawab moral generasi muda agar menjauhi narkotika.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 4 Maret 2026 ini berlangsung di Masjid Al Muhajirin Koto Panjang Ikur Koto, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Kehadiran LAN Sumbar dan LAN Kota Padang disambut antusias oleh para pelajar yang mengikuti rangkaian Pesantren Ramadhan.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, bersama Mak Ipin selaku pemateri. Dalam sambutannya, Firman Sikumbang menyampaikan permohonan maaf karena sesuai agenda awal kegiatan ini juga direncanakan dihadiri oleh Ketua Divisi P4GN LAN Sumbar, Dr. dr. Erdanela Setiawati, MM, FISPH, FISCM, Wakil Ketua I LAN Sumbar Titi Susiani, M.Pd, serta Ketua LAN Kota Padang Afrialdi Masbiran, SH, M.Hum. Namun, karena adanya agenda lain yang tidak dapat ditinggalkan, mereka berhalangan hadir.
Dalam paparannya, Firman Sikumbang mengajak generasi muda untuk menjadi agen perubahan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkotika. Ia menegaskan bahwa peredaran gelap narkotika di Sumatera Barat, khususnya di Kota Padang, masih memprihatinkan.
“Anak-anak kita harus menjadi pelopor dalam memerangi narkotika. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi jadilah agen perubahan di lingkungan masing-masing,” tegasnya.
Menurutnya, maraknya peredaran narkotika tidak terlepas dari kurangnya pengawasan orang tua terhadap anak serta berkurangnya perhatian niniak mamak kepada kemenakan dalam sistem sosial Minangkabau. Kondisi ini membuka celah bagi jaringan narkotika untuk masuk dan merusak generasi muda. Keprihatinan tersebut mendorong LAN untuk terus bergerak melakukan sosialisasi dari masjid ke masjid, sekolah ke sekolah, serta membangun kolaborasi dengan tokoh agama dan tokoh adat.
Sementara itu, Mak Ipin dalam materinya menekankan bahwa bahaya narkotika tidak hanya merusak fisik, tetapi juga menghancurkan masa depan generasi muda secara perlahan. Ia menjelaskan bahwa banyak remaja yang awalnya hanya coba-coba, namun akhirnya terjerumus dalam ketergantungan yang berdampak pada putus sekolah, rusaknya hubungan keluarga, hingga berhadapan dengan hukum.
“Jangan pernah tergoda dengan ajakan teman. Satu kali mencoba bisa menjadi pintu masuk kehancuran masa depan,” ujarnya di hadapan peserta Pesantren Ramadhan.
Mak Ipin juga mengingatkan bahwa narkotika kerap masuk melalui pergaulan yang tidak sehat dan lingkungan yang kurang terkontrol. Karena itu, para pelajar diajak untuk memperkuat iman, memilih pertemanan yang positif, serta aktif dalam kegiatan masjid dan aktivitas sosial yang membangun karakter.
Melalui momentum Ramadhan ini, diharapkan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan menjadi benteng utama dalam menjaga generasi muda dari bahaya narkotika.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana para pelajar tampak aktif dan antusias menggali informasi seputar langkah-langkah pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (Boby)


0 Comments