Musyawarah Tokoh Masyarakat Sikapi Video TikTok “Caruik-Caruik”, Pelaku Sampaikan Permintaan Maaf
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dan dihadiri berbagai unsur masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap penggunaan media sosial yang sehat dan bertanggung jawab. Hadir dalam pertemuan itu Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat Firman Sikumbang, Sekretaris LAN Provinsi Sumatera Barat Afrialdi Masbiran, SH., M.Hum, Ketua LAN Kota Padang Hj. Yuliar, S.Sos., MM, serta Mukhsin.
Selain itu, turut hadir perwakilan Bundo Kanduang Forum Komunikasi Anak Nagari (FKAN) Sumatera Barat, yakni Dhiva Rully Rahmmadhani dan Nikita Salsabila, serta perwakilan masyarakat pemerhati TikTok Sumatera Barat. Dari unsur masyarakat setempat hadir pula Ketua RW Aldi, Ketua RT serta Ketua Pemuda Pasir Patenggangan yang memfasilitasi berlangsungnya pertemuan tersebut.
Musyawarah ini digelar sebagai respons terhadap viralnya video TikTok “caruik-caruik” yang sempat memicu berbagai tanggapan di tengah masyarakat. Banyak pihak menilai konten tersebut berpotensi menimbulkan kesalahpahaman serta dianggap tidak mencerminkan nilai-nilai adat dan budaya masyarakat Minangkabau.
Pada awal pertemuan, Ketua Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat yang juga Ketua Forum Komunikasi Anak Nagari (FKAN) Sumatera Barat, Firman Sikumbang, sempat menunjukkan kekecewaan dan emosi melihat perilaku kedua pelaku yang dinilai telah mencoreng nama baik orang Minang.
Firman menegaskan bahwa masyarakat Minangkabau dikenal menjunjung tinggi adat, sopan santun serta nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur. Karena itu, ia menilai tindakan yang dilakukan dalam video tersebut tidak mencerminkan karakter masyarakat Minangkabau yang sesungguhnya.
Dalam pertemuan tersebut, dua orang yang diketahui sebagai pelaku dalam video TikTok tersebut, yakni Fredo dan Luna, turut hadir secara langsung. Di hadapan tokoh masyarakat dan para peserta yang hadir, keduanya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Sebagai bentuk kesungguhan meminta maaf, Fredo dan Luna juga menyampaikan permohonan maaf kepada Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat Prof. Dr. Fauzi Bahar, M.Sc., Datuak Sati melalui sambungan video call.
Dalam kesempatan tersebut, keduanya menyampaikan penyesalan atas perbuatan yang telah menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat serta memohon maaf apabila konten yang mereka buat telah menyinggung perasaan masyarakat Minangkabau.
Pertemuan tersebut kemudian berlangsung lebih kondusif setelah kedua pelaku menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan kesediaan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di masa mendatang. Mereka juga berjanji akan lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Tokoh masyarakat yang hadir dalam pertemuan tersebut juga mengingatkan bahwa media sosial harus dimanfaatkan secara positif, terutama oleh generasi muda. Media sosial dapat menjadi sarana kreativitas dan komunikasi, namun apabila tidak digunakan secara bijak dapat menimbulkan dampak negatif bagi diri sendiri maupun masyarakat.
Sementara itu, Ketua RW Pasir Patenggangan Aldi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan ikut membantu menyelesaikan persoalan tersebut secara musyawarah dan kekeluargaan.
Menurutnya, penyelesaian melalui dialog seperti ini sangat penting untuk menjaga keharmonisan di tengah masyarakat serta mencegah persoalan kecil berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antara tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, unsur pemuda serta masyarakat setempat. Semua pihak sepakat bahwa setiap persoalan yang muncul hendaknya diselesaikan melalui musyawarah dengan mengedepankan nilai-nilai kebersamaan serta kearifan lokal.
Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan polemik video TikTok “caruik-caruik” dapat diselesaikan dengan baik dan tidak lagi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Para tokoh masyarakat juga mengajak seluruh warga untuk kembali menjaga suasana yang kondusif serta menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial di masa mendatang, tukasnya (tim)


0 Comments