Rekam Jejak Perjuangan Cerint Iralloza Tasya

iklan adsense


 Padang, Pionirnews.com, — Dari Ranah Minang lahir sosok wanita muda yang membawa semangat pengabdian dan harapan baru bagi generasi penerus.

Namanya Cerint Iralloza Tasya, perempuan kelahiran Kota Padang, 16 Oktober 2000, yang tumbuh dalam keluarga dengan tradisi panjang pelayanan kepada masyarakat.

Cerint adalah putri dari Imral Adenansi, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Barat periode 2019–2024 dari Partai Persatuan Pembangunan, sekaligus cicit dari Pahlawan Nasional Ilyas Ya'kub.

Sementara ibunya, Lely Devita Roza, merupakan panitera pengganti di Pengadilan Tinggi Padang. Dari garis keluarga ibunya, Cerint juga mewarisi nilai pengabdian hukum dan keadilan, sebagai anak dari mantan Ketua Pengadilan Painan serta cucu Haji Aminuddin, mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat.

Berasal dari keluarga besar di Kabupaten Pesisir Selatan, Cerint tumbuh dengan nilai-nilai Minangkabau yang menjunjung tinggi pendidikan, pengabdian, dan kepedulian sosial.

Meniti Pendidikan dengan Dedikasi

Perjalanan akademiknya dimulai di SD Pertiwi 3 Padang (2006–2012), kemudian berlanjut ke SMP Negeri 1 Padang (2012–2015), dan SMA Negeri 1 Padang (2015–2018).

Semangat belajar dan keinginannya untuk mengabdi pada masyarakat membawanya memilih dunia kesehatan.

Ia kemudian menempuh pendidikan kedokteran di Universitas Baiturrahmah, dan berhasil meraih gelar Sarjana Kedokteran pada tahun 2023.

Pilihan tersebut bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hati untuk melayani dan membantu sesama.

Prestasi dan Pengabdian di Usia Muda

Pada Oktober 2022, Cerint meraih penghargaan Uni Intelegensia Pesisir Selatan dalam ajang Pemilihan Uda dan Uni Duta Wisata Kabupaten Pesisir Selatan 2022. Penghargaan ini menjadi bukti bahwa kecerdasannya berjalan seiring dengan kepeduliannya dalam mempromosikan budaya dan pariwisata daerah.

Tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial dan akademik, Cerint juga menunjukkan jiwa kepemimpinan di dunia usaha. 

Ia dipercaya memimpin beberapa perusahaan, di antaranya:

>1. Direktur PT Minangkabau Internasional Agency, perusahaan transportasi angkutan orang.

>2. Direktur PT Cerint Advertising, perusahaan yang bergerak di bidang percetakan.

>3. CEO PT Bumi Energi Nusantara, perusahaan konstruksi yang berfokus pada pembangunan infrastruktur.

Melalui peran tersebut, Cerint berupaya membuka lapangan kerja dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Dokter Muda dan Senator Termuda dari Ranah Minang

Di tengah dominasi wajah-wajah senior di panggung politik nasional, Cerint Iralloza Tasya tampil membawa warna baru. 

Di usia yang masih sangat muda, ia dipercaya masyarakat untuk menjadi salah satu anggota DPD RI, menjadikannya sebagai senator termuda dari Sumatera Barat.

Latar belakangnya sebagai sarjana kedokteran memperlihatkan bahwa Cerint bukan sekadar politisi muda, tetapi juga seorang pejuang kemanusiaan yang terbiasa berada dekat dengan masyarakat.

Baginya, pengalaman berinteraksi dengan pasien selama masa pendidikan membuka mata bahwa persoalan kesehatan tidak hanya selesai di ruang praktik dokter. Banyak masalah yang membutuhkan kebijakan publik yang kuat dan berpihak pada rakyat.

Teruji dalam Perjuangan Politik

Perjalanan menuju kursi senator tidak selalu mulus. Ketika Mahkamah Konstitusi memerintahkan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Sumatera Barat, Cerint kembali turun langsung ke tengah masyarakat.

Ia mengunjungi pasar-pasar tradisional, mendatangi surau, serta berdialog dengan warga di berbagai nagari. Ia mendengarkan keluhan masyarakat tentang ekonomi, kesehatan, dan pembangunan daerah.

Hasilnya membuktikan kepercayaan rakyat.

Cerint kembali memperoleh dukungan besar dan tetap berdiri sebagai salah satu peraih suara terbanyak.

Turun Langsung Saat Bencana

Kepedulian Cerint tidak berhenti pada kata-kata. Saat banjir dan longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, ia turun langsung ke lokasi terdampak.

Di tengah lumpur dan genangan air, Cerint membantu menyalurkan bantuan logistik, memantau kondisi kesehatan pengungsi, serta memberikan dukungan moral kepada warga yang terdampak.

Sebagai tokoh wanita seorang dokter muda, ia memahami bahwa dalam situasi bencana, kesehatan masyarakat adalah hal yang sangat rentan. Kehadirannya di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa mandat yang ia emban bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab moral.

Tiga Pilar Perjuangan

Di Senayan, Cerint menempatkan fokus pengabdiannya pada tiga pilar utama:

>1. Pemerataan Layanan Kesehatan

Memperjuangkan perbaikan sistem BPJS serta peningkatan fasilitas kesehatan hingga ke pelosok nagari.

>2. Percepatan Pembangunan Daerah

Mengawal agar Sumatera Barat mendapatkan porsi pembangunan yang adil dari anggaran negara.

>3. Penguatan Ekonomi Kerakyatan

Memberdayakan UMKM dan koperasi agar masyarakat memiliki akses ekonomi yang sehat tanpa terjerat pinjaman ilegal.

Harapan Baru dari Generasi Baru

Cerint Iralloza Tasya menjadi simbol bahwa generasi muda mampu hadir membawa perubahan. Ia menunjukkan bahwa politik dapat dijalankan dengan hati yang tulus, semangat pelayanan, dan keberanian untuk bekerja nyata.

Di usia yang masih muda, langkahnya memberi inspirasi bagi banyak anak muda Minangkabau—bahwa mimpi besar bisa diwujudkan ketika ilmu, kerja keras, dan kepedulian kepada masyarakat berjalan beriringan.

Cerint bukan hanya representasi seorang dokter muda atau senator termuda. Ia adalah gambaran harapan baru bagi masa depan Sumatera Barat dan Indonesia: masa depan yang dibangun oleh generasi yang berani melayani dan berjuang untuk rakyat.(Tb Mhd Arief Hendrawan)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments