600 Personel Gabungan Dalmas Polda Sumbar Siap Layani Aksi Unjuk Rasa

iklan adsense

600 Personel Gabungan Dalmas Polda Sumbar Siap Layani Aksi Unjuk Rasa


PADANG, PIONIR---Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme personel dalam menghadapi dinamika aksi unjuk rasa, Dalmas Direktorat Samapta Polda Sumatera Barat menggelar latihan gabungan pelayanan unjuk rasa pada Kamis, 09 April 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Lapangan Bola Mako Brimob Polda Sumbar, Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Latihan gabungan ini melibatkan kekuatan terpadu dari Dalmas Polda Sumbar, PHH Brimob, serta Dalmas awal dari Polresta Padang sebagai bentuk sinergitas lintas satuan dalam menghadapi potensi gangguan kamtibmas, khususnya aksi unjuk rasa di wilayah hukum Polda Sumatera Barat.

Sebanyak 116 personel Dalmas Direktorat Samapta Polda Sumbar diterjunkan dalam kegiatan ini yang dikendalikan langsung oleh Kasubdit Dalmas Kompol Maman Rosadi, SH bersama Kasipasdal AKP Sainol Suprianto, SH, MH. Dalam pelaksanaannya, struktur komando tersusun dengan IPDA Nofri, SH, MH sebagai Danki, didampingi Wadanki IPDA Adha Gautama Putra, SPsi, MH, serta tiga Danton yakni IPDA Rasul Hamidi, SH, MH, IPDA Arza Islami, SH, dan IPDA Riki Novialdi, SH, MH dengan masing-masing 37 personel di tiap pleton.

Selain kekuatan dari Dit Samapta, latihan ini juga melibatkan 120 personel dari Polresta Padang serta kekuatan Brimob Polda Sumbar sebanyak 2 SSK atau sekitar 232 personel. Secara keseluruhan, jumlah personel yang terlibat mencapai kurang lebih 600 orang.

Kekuatan pendukung lainnya turut dilibatkan, seperti unit K9 yang dipimpin AKP Zulkarnain dengan 8 personel serta unit Bulsit (Pengendali Massa Bermotor) di bawah koordinasi AKP Andi Sinaga, SH dengan kekuatan 55 personel.

Dari sisi sarana dan prasarana, seluruh kendaraan taktis (takris) diturunkan dalam latihan ini, di antaranya Ran Box, Raissa, APC, truk Dalmas, AWC (Armored Water Cannon), kendaraan barrier, bus, hingga sepeda motor trail. Perlengkapan Dalmas lengkap seperti rompi, tameng, helm, serta peralatan taktis lainnya juga digunakan untuk mendukung jalannya latihan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Tactical Floor Game (TFG) yang diikuti oleh para perwira pengendali seperti Kasi, Danki, Danton, serta Padal Bulsit guna mematangkan strategi dan pola penanganan unjuk rasa. Selanjutnya, latihan dilanjutkan dengan simulasi bertahap mulai dari Dalmas awal oleh Polresta Padang, Dalmas lanjut oleh Polda, hingga penanganan eskalasi oleh PHH Brimob dan Kompi SPP (Satuan Penindak Perusuh).

Kasubdit Dalmas Kompol Maman Rosadi, SH menyampaikan bahwa latihan ini dilaksanakan selama dua hari sebagai bentuk kesiapan maksimal personel di lapangan.

“Latihan ini kita laksanakan selama dua hari. Hari pertama pemantapan materi dan hari berikutnya peragaan atau simulasi lapangan. Total personel yang terlibat kurang lebih 600 orang, terdiri dari Dit Samapta sekitar 200 personel, Polresta 120 personel, serta Brimob 2 SSK atau sekitar 232 personel,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh kendaraan taktis dikerahkan guna mendukung kesiapan operasional dalam latihan.

“Seluruh kendaraan taktis kita turunkan untuk mendukung kegiatan latihan gabungan pelayanan unjuk rasa, sehingga personel siap menghadapi kondisi riil di lapangan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kompol Maman Rosadi mengatakan,  adanya perubahan paradigma dalam penanganan aksi unjuk rasa.

“Sekarang ini, kita tidak lagi hanya berbicara tentang pengamanan atau pengendalian, tetapi sudah berubah menjadi pelayanan terhadap masyarakat yang menyampaikan aspirasi. Ini yang menjadi penekanan dalam latihan ini,” tegasnya.

Dengan digelarnya latihan gabungan ini, diharapkan seluruh personel semakin solid, profesional, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam setiap kegiatan unjuk rasa, khususnya di Padang dan wilayah Sumatera Barat secara umum, tukasnya (Firman Sikumbang)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments