SPBU 14256563 Lunang Silaut dalam Sorotan, Dugaan Bisnis Jerigen Mengalir Tiap Malam
Sejumlah kendaraan jenis L300, Kijang, Panther, dan lainnya tampak keluar masuk secara bergantian. Warga sekitar menyebut, pemandangan ini bukan hal baru. Aktivitas tersebut diduga berlangsung hampir setiap malam, dengan pola yang relatif serupa.
Yang menjadi sorotan adalah penggunaan jerigen dalam jumlah besar. Dalam satu kali pengisian, satu kendaraan disebut mampu membawa tidak kurang dari 40 jerigen. Masing-masing jerigen diperkirakan berkapasitas sekitar 32 liter.
Jika dihitung secara kasar, satu kendaraan saja dapat mengangkut lebih dari seribu liter BBM. Dalam satu malam, dengan jumlah kendaraan berkisar antara 6 hingga 10 unit, volume distribusi yang terjadi melalui pola ini disebut cukup signifikan.
Selain itu, muncul pula informasi mengenai adanya pungutan tambahan dalam proses pengisian. Sumber di lapangan menyebut, setiap jerigen diduga dikenakan biaya sekitar Rp32 ribu di luar harga resmi BBM. Transaksi tersebut disebut dilakukan langsung di lokasi dan melibatkan proses pembayaran melalui pihak SPBU.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat terkait pengawasan distribusi BBM, terutama dalam penggunaan jerigen yang sejatinya memiliki aturan ketat. Pembelian dalam jumlah besar tanpa mekanisme yang jelas dikhawatirkan membuka ruang penyalahgunaan.
Dampaknya mulai dirasakan masyarakat. Beberapa warga mengaku kerap mengalami antrean panjang, bahkan kesulitan mendapatkan BBM pada waktu tertentu.
“Kami yang beli untuk kebutuhan harian kadang harus menunggu lama. Pernah juga tidak kebagian,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Di tengah situasi tersebut, berkembang pula dugaan adanya keterlibatan atau pembiaran oleh oknum tertentu. Namun hingga saat ini, informasi tersebut masih belum terkonfirmasi secara resmi dan memerlukan penelusuran lebih lanjut.
Fenomena ini menjadi catatan penting bagi sistem pengawasan distribusi energi di daerah. Transparansi dan ketegasan dalam penegakan aturan dinilai sangat diperlukan untuk memastikan BBM tersalurkan secara adil dan tepat sasaran.
Masyarakat berharap pihak berwenang dapat segera turun tangan melakukan pengecekan langsung di lapangan. Jika ditemukan pelanggaran, langkah tegas diharapkan dapat diambil guna menjaga kepercayaan publik serta melindungi hak masyarakat sebagai pengguna.
Di balik terang lampu SPBU yang terus menyala sepanjang malam, aktivitas itu masih berlangsung, menyisakan tanda tanya yang menunggu jawaban pasti. (tim)


0 Comments