Firman Sikumbang, Penggagalan 200 Ton Narkotika Bukti Negara Hadir Melindungi Generasi Bangsa

iklan adsense

Firman Sikumbang, Penggagalan 200 Ton Narkotika Bukti Negara Hadir Melindungi Generasi Bangsa


Firman Sikumbang

PADANG, PIONIR– Keberhasilan aparat gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, dan Polri menggagalkan penyelundupan lebih dari 200 ton narkotika dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai Rp29 triliun mendapat apresiasi dari berbagai kalangan. Capaian tersebut dinilai menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika yang selama ini menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa.

Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, aparat penegak hukum juga berhasil membongkar 59 jaringan peredaran narkotika, termasuk tujuh jaringan internasional yang memiliki keterkaitan dengan sindikat lintas negara. Keberhasilan ini menunjukkan semakin kuatnya sinergi antarinstansi dalam menghadapi kejahatan narkotika yang terus berkembang dengan berbagai modus operandi.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa perang melawan narkotika tidak dapat dibebankan hanya kepada aparat penegak hukum. Menurutnya, seluruh elemen bangsa memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika. (Data JurnalLugas.Com)

Menanggapi hal tersebut, Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BNN, TNI, Polri, Bea Cukai, serta seluruh aparat yang telah bekerja keras menggagalkan masuknya ratusan ton narkotika ke Indonesia.

"Keberhasilan ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa. Bayangkan jika lebih dari 200 ton narkotika itu berhasil beredar di tengah masyarakat. Jutaan anak bangsa berpotensi menjadi korban. Karena itu, kita patut memberikan penghargaan kepada seluruh aparat yang telah bekerja siang dan malam menjaga negeri ini dari ancaman narkoba," ujar Firman.

Menurutnya, keberhasilan aparat tidak boleh membuat masyarakat lengah. Justru sebaliknya, kondisi tersebut menjadi alarm bahwa jaringan narkotika internasional masih terus berupaya menjadikan Indonesia sebagai pasar maupun jalur peredaran gelap narkoba.

Firman Sikumbang menegaskan bahwa perang terhadap narkotika harus dilakukan secara menyeluruh, dimulai dari tindakan represif melalui penegakan hukum hingga upaya preventif berupa edukasi dan pembinaan masyarakat.

"Penindakan yang dilakukan aparat harus dibarengi dengan penguatan edukasi kepada masyarakat. Pencegahan jauh lebih murah daripada mengobati. Oleh karena itu, keluarga harus menjadi benteng pertama dalam melindungi anak-anak dari penyalahgunaan narkotika," katanya.

Ia menjelaskan bahwa LAN Sumatera Barat selama ini terus memperkuat gerakan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui sosialisasi di sekolah, perguruan tinggi, komunitas pemuda, lembaga adat, hingga kelompok masyarakat.

Menurut Firman Sikumbang, pendekatan berbasis adat dan agama menjadi kekuatan utama di Sumatera Barat dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap bahaya narkotika.

"Kami terus mengajak niniak mamak, bundo kanduang, alim ulama, cadiak pandai, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, serta pemerintah daerah untuk bersama-sama menjaga generasi muda. Ini bukan hanya tugas BNN atau kepolisian, tetapi tugas seluruh anak bangsa," tegasnya.

Firman juga mengingatkan bahwa berdasarkan data BNN, jumlah penyalahguna narkotika di Indonesia masih mencapai lebih dari empat juta orang. Angka tersebut menunjukkan bahwa ancaman narkotika masih sangat nyata dan memerlukan perhatian serius dari semua pihak.

Ia berharap momentum Hari Anti Narkotika Internasional 2026 ini menjadi titik awal memperkuat kolaborasi nasional dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkotika.

"Kita ingin Indonesia Emas 2045 di isi oleh generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan berkarakter. Itu tidak akan terwujud apabila generasi muda dirusak oleh narkotika. Karena itu, mari kita satukan langkah, perkuat kepedulian, dan jangan pernah memberi ruang sedikit pun kepada para bandar maupun pengedar narkoba," pungkas Firman Sikumbang.

Firman menambahkan, LAN Provinsi Sumatera Barat berkomitmen untuk terus mendukung program-program pemerintah dan BNN dalam mewujudkan masyarakat yang tangguh terhadap ancaman narkotika melalui penguatan edukasi, kolaborasi lintas sektor, serta pemberdayaan masyarakat hingga ke tingkat nagari dan kelurahan. Ia optimistis, dengan sinergi seluruh komponen bangsa, Indonesia akan mampu menekan angka penyalahgunaan narkotika dan menyelamatkan generasi penerus demi masa depan bangsa yang lebih baik,tukasnya (tim)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments