Syamsu Rahim Ajak Bundo Kanduang Limpapeh Rumah Nan Gadang Bergerak Hingga Nagari dan Jorong Hadapi Persoalan Sosial di Sumbar
Hal itu disampaikan Senator Senior Sumatera Barat sekaligus Dewan Pembina Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat, Drs. H. Syamsu Rahim, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Konsolidasi dan Dialog Interaktif yang digelar bersama Badan Koordinasi Anak Nagari (Bakorkan), Bundo Kanduang Limpapeh Rumah Nan Gadang Sumatera Barat dan Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat di Kantor Lembaga Kerapatan Adat Alam Minang Kabau (LKAAM) di kawasan Masjid Raya Sumbar, Padang, Jumat (12/6/2026).
Menurut Syamsu Rahim, selama ini ia sering berdiskusi dengan Gubernur Sumatera Barat membahas berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat. Berbagai upaya telah dilakukan, namun persoalan tersebut masih menjadi ancaman serius bagi kehidupan sosial masyarakat Sumatera Barat.
"Saya sering menemui gubernur untuk membicarakan berbagai fenomena sosial yang terjadi di Sumatera Barat. Mulai dari peredaran gelap narkotika, prostitusi, pergaulan bebas, hingga berbagai perilaku menyimpang lainnya yang semakin mengkhawatirkan," ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi bukti bahwa implementasi nilai-nilai ABS-SBK yang selama ini menjadi falsafah hidup masyarakat Minangkabau belum berjalan secara optimal. Padahal, nilai-nilai adat dan agama seharusnya menjadi benteng utama dalam menjaga moral dan akhlak generasi muda.
Dalam paparannya, Syamsu Rahim juga menyoroti semakin banyaknya kasus kehamilan di luar nikah pada usia muda, meningkatnya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, serta berbagai persoalan sosial lainnya yang mulai merambah hingga ke tingkat nagari dan jorong.
"Kita tidak bisa lagi menutup mata terhadap kondisi ini. Persoalan sosial yang kita hadapi saat ini sudah sangat serius. Jika tidak segera ditangani bersama-sama, dampaknya akan semakin besar terhadap kehidupan masyarakat dan masa depan generasi muda Minangkabau," tegasnya.
Menurut Syamsu Rahim, penyelesaian persoalan tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah maupun aparat penegak hukum. Diperlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, terutama lembaga-lembaga adat yang selama ini menjadi pilar kehidupan masyarakat Minangkabau.
Ia meyakini apabila lembaga adat seperti Kerapatan Adat Nagari (KAN), niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, dan bundo kanduang diberdayakan secara maksimal, maka berbagai persoalan sosial yang sedang dihadapi dapat diatasi secara bertahap.
"Kita memiliki kekuatan sosial dan budaya yang sangat besar. Persoalannya sekarang adalah bagaimana seluruh komponen masyarakat ini kembali diaktifkan dan diberdayakan sesuai dengan fungsi dan perannya masing-masing," katanya.
Sebagai Dewan Pembina LAN Provinsi Sumatera Barat, Syamsu Rahim juga menegaskan bahwa pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika tidak dapat dilakukan hanya melalui pendekatan hukum semata. Dibutuhkan keterlibatan keluarga, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam melakukan pencegahan sejak dini terhadap generasi muda.
Menurutnya, peran bundo kanduang sangat strategis karena merupakan sosok yang paling dekat dengan pembinaan karakter anak-anak dan generasi muda di lingkungan keluarga.
"Saya mengajak seluruh Bundo Kanduang Limpapeh Rumah Nan Gadang untuk segera berbuat dan bergerak nyata. Jangan hanya berhenti pada kegiatan seremonial. Turunlah ke nagari-nagari dan jorong-jorong, lakukan pembinaan, berikan pendidikan moral kepada anak kemenakan, dan jadilah pelopor dalam menyelamatkan generasi muda Minangkabau dari bahaya narkoba, pergaulan bebas dan berbagai penyakit masyarakat lainnya," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa keberadaan bundo kanduang sebagai limpapeh rumah nan gadang memiliki tanggung jawab moral yang besar dalam menjaga nilai-nilai adat, budaya, dan agama agar tetap hidup di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Bundo Kanduang Limpapeh Rumah Nan Gadang Sumatera Barat, Lidia Fitrina, menyambut baik berbagai masukan dan pemikiran yang disampaikan Syamsu Rahim dalam dialog tersebut.
Menurut Lidia Fitrina, berbagai persoalan sosial yang saat ini berkembang di tengah masyarakat memang menjadi perhatian serius Bundo Kanduang. Sebagai lembaga yang memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga marwah adat dan membina generasi muda, Bundo Kanduang tidak boleh tinggal diam menghadapi berbagai tantangan sosial yang terjadi saat ini.
"Kami menyadari bahwa persoalan yang sedang dihadapi masyarakat Sumatera Barat bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh unsur masyarakat, termasuk Bundo Kanduang sebagai limpapeh rumah nan gadang yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak kemenakan sejak dari lingkungan keluarga," ujarnya.
Lidia menegaskan bahwa pihaknya siap menindaklanjuti ajakan Syamsu Rahim dengan memperkuat peran Bundo Kanduang hingga ke tingkat nagari dan jorong. Menurutnya, pembinaan terhadap keluarga dan generasi muda harus dimulai dari lingkungan terkecil dalam masyarakat.
"Kami akan terus mendorong penguatan peran Bundo Kanduang di seluruh kabupaten dan kota, bahkan sampai ke nagari dan jorong. Keluarga merupakan benteng pertama dalam mencegah anak-anak kita terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, maupun berbagai bentuk perilaku menyimpang lainnya," katanya.
Ia juga menegaskan komitmen Bundo Kanduang Limpapeh Rumah Nan Gadang Sumatera Barat untuk menjalin kerja sama dengan LAN Provinsi Sumatera Barat, Bakorkan, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, serta pemerintah daerah dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga dan membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika dan berbagai penyakit sosial lainnya.
Kegiatan konsolidasi dan dialog interaktif tersebut diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara lembaga adat, organisasi sosial kemasyarakatan, dan pemerintah dalam menghadapi berbagai persoalan sosial yang semakin kompleks. Melalui pemberdayaan niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, serta seluruh elemen masyarakat, nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah diharapkan kembali menjadi pedoman hidup masyarakat Sumatera Barat dalam menjaga moral dan karakter generasi penerus bangsa. (tim)


0 Comments