Puluhan Bundo Kanduang Limpapeh Rumah Nan Gadang Bergabung dengan LAN Sumbar

iklan adsense

Puluhan Bundo Kanduang Limpapeh Rumah Nan Gadang Bergabung dengan LAN Sumbar


PADANG, PIONIR– Dukungan terhadap gerakan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika di Sumatera Barat terus mengalir. Setelah mengikuti kegiatan konsolidasi dan dialog interaktif yang digelar di Kantor Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), sebanyak 50 orang Bundo Kanduang Limpapeh Rumah Nan Gadang menyatakan kesiapannya untuk bergabung dan menjadi bagian dari perjuangan Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika, prostitusi/LGBT

Pernyataan dukungan tersebut muncul setelah Ketua LAN Sumatera Barat, Firman Sikumbang, memaparkan berbagai program kerja organisasi yang telah, sedang, dan akan dilaksanakan di berbagai daerah di Sumatera Barat. Dalam pemaparannya, Firman menjelaskan bahwa LAN Sumbar tidak hanya fokus pada sosialisasi bahaya narkotika, tetapi juga melakukan berbagai kegiatan edukasi, pembinaan masyarakat, pembentukan relawan anti narkotika, hingga kegiatan sosial yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Menurut Firman, perang melawan narkotika tidak mungkin dilakukan oleh pemerintah dan aparat penegak hukum semata. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk para ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, pemuda, dan terutama kaum ibu yang tergabung dalam Bundo Kanduang sebagai benteng utama dalam pembinaan keluarga.

"Peran Bundo Kanduang sangat strategis dalam menjaga anak kemenakan dari pengaruh narkotika. Seorang ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Karena itu kami berharap gerakan anti narkotika dapat dimulai dari lingkungan keluarga, kemudian berkembang ke kaum, suku, nagari hingga ke tingkat kabupaten dan kota," ujar Firman Sikumbang.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut turut dihadiri Dewan Pembina LAN Sumbar, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Sc, serta Dewan Penasehat LAN Sumbar, Drs. H. Syamsu Rahim. Kedua tokoh Minangkabau tersebut memberikan apresiasi tinggi terhadap kiprah dan konsistensi LAN Sumbar dalam melaksanakan program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Dalam sambutannya, Syamsu Rahim mengaku mengikuti perkembangan LAN Sumbar sejak beberapa tahun terakhir. Menurutnya, organisasi tersebut telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

"Saya melihat LAN Sumbar merupakan salah satu organisasi yang paling aktif bergerak dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di Sumatera Barat. Hampir setiap minggu ada kegiatan sosialisasi yang dilakukan. Bahkan dalam banyak kesempatan, aktivitas yang dilakukan LAN Sumbar mampu mengimbangi bahkan melampaui kegiatan yang dilakukan oleh instansi pemerintah," ujarnya.

Syamsu Rahim yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina LAN Sumbar menilai semangat para pengurus LAN patut menjadi contoh bagi organisasi kemasyarakatan lainnya. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak pernah menjadi alasan bagi LAN Sumbar untuk berhenti bergerak.

"Yang patut kita apresiasi adalah semangat pengabdian para pengurusnya. Walaupun tidak memiliki dukungan anggaran yang memadai dari pemerintah, kegiatan-kegiatan P4GN tetap berjalan secara aktif dan berkesinambungan. Mereka terus turun ke lapangan, menemui masyarakat, pelajar, mahasiswa, organisasi perempuan, dan berbagai kelompok masyarakat lainnya. Ini menunjukkan bahwa perjuangan mereka benar-benar dilandasi niat untuk menyelamatkan generasi bangsa," tegasnya.

Syamsu Rahim juga mengajak para Bundo Kanduang Limpapeh Rumah Nan Gadang untuk tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi turut menjadi pelopor gerakan anti narkotika di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, maraknya penyalahgunaan narkotika, pergaulan bebas, dan berbagai penyakit masyarakat lainnya harus menjadi perhatian serius seluruh komponen masyarakat Minangkabau. Oleh sebab itu, peran Bundo Kanduang sebagai limpapeh rumah nan gadang harus dikembalikan sebagai penjaga nilai-nilai adat, agama, dan moral generasi muda.

Sementara itu, Prof. Fauzi Bahar menegaskan bahwa perang terhadap narkotika merupakan tanggung jawab bersama. Ia menilai keterlibatan Bundo Kanduang dalam gerakan anti narkotika akan menjadi kekuatan besar dalam membangun ketahanan keluarga dan masyarakat.

"Kalau para ibu sudah bergerak, maka kekuatan masyarakat akan semakin besar. Bundo Kanduang adalah penjaga marwah keluarga dan adat Minangkabau. Karena itu, keterlibatan mereka dalam gerakan anti narkotika merupakan langkah yang sangat tepat dan harus terus diperkuat," katanya.

Di akhir kegiatan, puluhan Bundo Kanduang yang hadir menyatakan komitmennya untuk bergabung dengan LAN Sumbar serta mendukung seluruh program P4GN yang dijalankan organisasi tersebut. Mereka juga siap membantu menyosialisasikan bahaya narkotika hingga ke tingkat nagari dan jorong agar masyarakat semakin memahami ancaman yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkoba.

Bergabungnya 50 orang Bundo Kanduang Limpapeh Rumah Nan Gadang tersebut menjadi momentum penting bagi LAN Sumbar dalam memperluas jaringan gerakan anti narkotika berbasis masyarakat dan adat. Dengan dukungan para tokoh adat, tokoh masyarakat, dan kaum ibu, diharapkan upaya penyelamatan generasi muda Sumatera Barat dari bahaya narkotika dapat dilakukan secara lebih masif, terstruktur, dan berkelanjutan hingga ke pelosok nagari di Ranah Minang. (tim)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments