LAN Sumbar Jadikan Tokoh Masyarakat dan Bundo Kanduang Desa Apar sebagai Agen Perubahan Perangi Narkotika
Komitmen itu ditegaskan Ketua Lembaga Anti Narkotika Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, saat memberikan sambutan pada kegiatan sosialisasi P4GN yang berlangsung di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Kamis 16 Juli 2026
Firman Sikumbang mengatakan bahwa peredaran gelap narkotika saat ini telah menyasar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, pelajar, mahasiswa hingga orang dewasa. Kondisi tersebut membutuhkan kepedulian dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat agar upaya pencegahan dapat berjalan secara maksimal.
"Narkotika adalah musuh bersama. Karena itu, perang melawan narkotika tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum maupun BNN. Dibutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, Bundo Kanduang, pemuda, hingga mahasiswa untuk menjadi pelopor dalam menyelamatkan generasi bangsa," ujar Firman Sikumbang
Menurutnya, tokoh masyarakat dan Bundo Kanduang memiliki pengaruh besar dalam kehidupan sosial masyarakat Minangkabau. Mereka di nilai mampu menjadi teladan sekaligus penyambung pesan-pesan moral kepada keluarga dan masyarakat sehingga dapat memperkuat ketahanan sosial terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika.
"Kami ingin melahirkan agen-agen perubahan di setiap nagari dan desa. Mereka bukan hanya memberikan edukasi, tetapi juga mampu menggerakkan masyarakat untuk peduli, berani mengingatkan, serta melaporkan apabila mengetahui adanya penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkotika di lingkungannya," tegasnya.
Firman Sikumbang juga menekankan bahwa keluarga merupakan benteng pertahanan pertama dalam mencegah penyalahgunaan narkotika. Karena itu, peran seorang ibu melalui Bundo Kanduang menjadi sangat strategis dalam menanamkan nilai-nilai agama, adat istiadat Minangkabau, serta pendidikan karakter kepada anak-anak sejak usia dini.
Selain membahas bahaya narkotika, Firman turut mengingatkan masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial yang dapat mengancam masa depan generasi muda. Menurutnya, penguatan nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) harus terus di lakukan agar masyarakat memiliki benteng moral yang kuat dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif.
Kegiatan tersebut dibuka dengan sambutan Kepala Desa Apar, Januardi Nardian Putra, yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran LAN Sumbar di desanya. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para orang tua dan generasi muda, mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut tim P4GN LAN Sumbar Muchsin, S.Sos, Dhiva Rully Ramadhani, Riva Febrina, Bundo Mainur, serta Ketua Divisi Perekonomian LAN Sumbar Citra Widya Sari, SE, Akt.
Juga tampak hadir Ketua BPD Desa Apar Ridwan, Ketua LPM Darwin, Pendamping Desa Al Hidayat, Ketua PKK Dharmawita Yusrin, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) yang ikut berpartisipasi dalam memberikan dukungan terhadap program pemberdayaan masyarakat.
Pada sesi penyampaian materi, peserta mendapatkan pembekalan dari narasumber LAN Provinsi Sumatera Barat, yakni YP Sefdi Roentoe, S.Pd. Saat itu Sefdi Roentoe mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus peredaran narkotika serta memperkuat peran keluarga sebagai benteng utama pencegahan.
Melalui kegiatan ini, LAN Provinsi Sumatera Barat berharap lahir semakin banyak kader dan agen perubahan di tingkat desa yang mampu menjadi motor penggerak gerakan P4GN.
Dengan kolaborasi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, Bundo Kanduang, lembaga pendidikan, dan mahasiswa, di harapkan tercipta lingkungan yang sehat, aman, serta bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. (tim)


0 Comments