Revitalisasi Nilai Adat Minangkabau, Langkah Nyata Cegah Narkotika dan Degradasi Moral Generasi Muda
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa perang melawan narkotika tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum maupun pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Keluarga, kaum ibu, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan memiliki peran yang sangat penting dalam menyelamatkan generasi penerus bangsa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua LPM Kelurahan Seberang Padang, Hendri Dodi, SE., MM., MH., yang menyampaikan apresiasi atas inisiatif Bundo Kanduang dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika. Menurutnya, sinergi antara lembaga adat, organisasi masyarakat, dan pemerintah merupakan modal utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
Dari Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat, hadir langsung Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, didampingi Tim P4GN LAN Sumbar, yaitu YP Sefdi Roentoe, S.Pd., Muchsin, S.Sos., Ipatri Nutmajdi, SP., MP., Ketua Divisi Perekonomian LAN Sumbar Citra Widya Sari, SE., Akt., Dvia Rully Ramadhani, Riva Febrina, dan Mainur. Kehadiran tim LAN Sumbar menjadi bukti komitmen organisasi dalam memperluas gerakan edukasi P4GN hingga ke tingkat kelurahan dan komunitas masyarakat.
Untuk memberikan penguatan kepada para peserta, LAN Provinsi Sumatera Barat menghadirkan narasumber yang dikenal luas memiliki perhatian besar terhadap pembangunan karakter masyarakat, Drs. H. Syamsu Rahim.
Dalam paparannya, Syamsu Rahim menegaskan bahwa penyalahgunaan narkotika bukan hanya persoalan hukum, melainkan persoalan moral, sosial, budaya, dan ketahanan keluarga. Oleh sebab itu, penyelesaiannya harus dilakukan secara menyeluruh melalui pendekatan pendidikan, agama, budaya, dan penguatan nilai-nilai adat.
Ia mengajak seluruh peserta, khususnya para Bundo Kanduang, untuk kembali menghidupkan falsafah "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" sebagai landasan kehidupan masyarakat Minangkabau. Menurutnya, falsafah tersebut telah mengajarkan bagaimana membentuk manusia yang berakhlak mulia, menghormati orang tua, menjaga martabat keluarga, serta memiliki rasa malu untuk melakukan perbuatan yang bertentangan dengan norma agama dan adat.
Syamsu Rahim menilai bahwa derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi, serta pergaulan bebas telah membawa tantangan besar bagi generasi muda. Jika nilai-nilai adat mulai ditinggalkan, maka benteng moral anak-anak akan semakin rapuh dan mereka akan lebih mudah terjerumus ke dalam berbagai perilaku menyimpang, termasuk penyalahgunaan narkotika.
Ia menegaskan bahwa Bundo Kanduang memiliki kedudukan yang sangat strategis sebagai limpapeh rumah nan gadang, yaitu sosok perempuan yang menjadi tiang penyangga keluarga, pendidik pertama bagi anak-anak, sekaligus penjaga nilai-nilai adat Minangkabau. Dari tangan seorang ibu lahir generasi yang beriman, berkarakter, berbudaya, dan memiliki ketahanan diri terhadap berbagai pengaruh negatif.
"Ketika seorang ibu mampu menanamkan nilai agama, adat, sopan santun, rasa malu, tanggung jawab, serta kasih sayang kepada anak-anaknya sejak dini, maka sesungguhnya ia sedang membangun benteng yang paling kokoh dalam mencegah penyalahgunaan narkotika," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, memberikan apresiasi yang tinggi kepada Hj. Nurmani Gani beserta jajaran Bundo Kanduang Kelurahan Seberang Padang yang telah mengambil peran aktif dalam mendukung gerakan P4GN.
Firman menegaskan bahwa LAN Sumbar terus mendorong keterlibatan seluruh unsur masyarakat melalui berbagai program unggulan seperti LAN Go to School, LAN Go to Campus, dan LAN Go to Nagari. Menurutnya, pendekatan berbasis keluarga, adat, dan budaya merupakan salah satu strategi paling efektif dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap ancaman narkotika.
"Perang melawan narkotika tidak bisa dimenangkan hanya oleh aparat penegak hukum. Dibutuhkan gerakan bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen bangsa. Ketika semua bersatu, kita akan mampu menyelamatkan generasi muda Sumatera Barat," ujar Firman.
Ketua Bundo Kanduang Kelurahan Seberang Padang, Hj. Nurmani Gani, berharap kegiatan ini menjadi awal dari gerakan yang lebih luas dalam mengembalikan peran keluarga sebagai benteng utama pembentukan karakter anak. Ia mengajak seluruh kaum ibu untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap pendidikan anak, memperkuat komunikasi dalam keluarga, serta menanamkan nilai-nilai agama dan adat dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini diharapkan lahir kesadaran kolektif bahwa penyalahgunaan narkotika bukan hanya mengancam individu, tetapi juga masa depan keluarga, adat, dan bangsa. Dengan memperkuat nilai-nilai luhur Minangkabau serta mempererat sinergi antara Bundo Kanduang, tokoh masyarakat, pemerintah, dan LAN Provinsi Sumatera Barat, diharapkan akan terwujud generasi muda Sumatera Barat yang sehat, berkarakter, berakhlak mulia, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika, tukasnya (tim)


0 Comments