Sumatera Barat Butuh Aksi Berantas Narkotika dan Prostitusi, Bukan Sekadar Diskusi

iklan adsense

Sumatera Barat Butuh Aksi Berantas Narkotika dan Prostitusi, Bukan Sekadar Diskusi


PADANG, PIONIR – Ancaman peredaran gelap narkotika dan praktik prostitusi di Sumatera Barat menjadi persoalan serius yang harus di hadapi secara bersama-sama. Berbagai upaya pencegahan tidak boleh berhenti pada sebatas diskusi, seminar, maupun rapat, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat yang juga Ketua Forum Komunikasi Anak Nagari (FKAN) Sumatera Barat, Firman Sikumbang, saat bersilaturahmi dengan Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Sc, Datuak Sati, di Rumah Bagonjong LKAAM, kawasan Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, Padang,  Jumat 3 Juli 2026.

Pertemuan itu juga membahas berbagai persoalan sosial yang mengancam kehidupan masyarakat, terutama meningkatnya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika serta praktik prostitusi yang berpotensi merusak moral generasi muda.

Dalam kesempatan itu, Firman Sikumbang mengatakan, bahwa perang melawan narkotika dan penyakit masyarakat tidak dapat dibebankan hanya kepada aparat penegak hukum maupun Badan Narkotika Nasional Propinsi semata. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus mengambil peran sesuai dengan kapasitas masing-masing.

"Sumatera Barat butuh aksi, bukan hanya diskusi. Berdiskusi tanpa aksi tidak akan ada arti. Yang dibutuhkan hari ini adalah gerakan bersama yang benar-benar menyentuh masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, lingkungan, hingga nagari. Semua harus bergerak menyelamatkan generasi muda dari ancaman narkotika dan penyakit masyarakat," tegasnya

Firman Sikumbang mengatakan, LAN Provinsi Sumatera Barat berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Barat, LKAAM Sumatera Barat, pemerintah daerah, Forum Komunikasi Anak Nagari, organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjalankan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Menurutnya, masyarakat Minangkabau memiliki modal sosial yang sangat kuat untuk melawan narkotika. Nilai-nilai adat yang di wariskan para leluhur harus terus dihidupkan sebagai benteng moral agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh narkotika, pergaulan bebas, maupun praktik prostitusi.

Sementara itu, Ketua LKAAM Sumatera Barat, Prof. Dr. H. Fauzi Bahar, M.Sc, Datuak Sati, menyampaikan apresiasi atas komitmen LAN Sumatera Barat dalam menggalang gerakan bersama melawan narkotika. Menurutnya, persoalan narkotika bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan adat, moral, budaya, dan masa depan anak nagari.

Ia menegaskan bahwa Minangkabau memiliki falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) yang menjadi pedoman hidup masyarakat. Nilai-nilai tersebut harus terus ditanamkan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat agar generasi muda memiliki ketahanan moral yang kuat.

Prof. Fauzi Bahar menilai peran ninik mamak sangat menentukan dalam membimbing dan mengawasi anak kemenakan. Seorang ninik mamak tidak hanya bertanggung jawab terhadap harta pusaka, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan anak nagari tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, berpendidikan, serta terhindar dari narkotika dan berbagai bentuk penyakit masyarakat.

Menurutnya, apabila seluruh unsur adat, ninik mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, dan pemuda, bersatu menjalankan fungsinya secara maksimal, maka akan lahir kekuatan sosial yang mampu menjadi benteng bagi masyarakat dari ancaman narkotika.

Prof. Fauzi Bahar juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak bersikap acuh terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan masing-masing. Pencegahan harus dimulai dari keluarga, kaum, suku, dan nagari, sehingga setiap persoalan dapat dideteksi sejak dini sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Pertemuan tersebut diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara LAN Provinsi Sumatera Barat, FKAN Sumatera Barat, LKAAM Sumatera Barat, pemerintah daerah, BNNP Sumatera Barat, serta seluruh elemen masyarakat dalam membangun gerakan sosial yang lebih masif.

Gerakan tersebut diharapkan tidak hanya mampu menekan angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, tetapi juga mencegah berkembangnya praktik prostitusi serta berbagai penyakit masyarakat lainnya, tukasnya (tim) 

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments