Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

LAN Pasaman Jadikan Nagari Benteng Pertama Perangi Narkotika

Wednesday, September 23, 2026 | September 23, 2026 WIB Last Updated 2026-09-23T01:23:06Z


LAN Pasaman Jadikan Nagari Benteng Pertama Perangi Narkotika

Ketua LAN Kabupaten Pasaman Risdel Kamar, SH

LUBUK SIKAPING, PIONIR--Peredaran gelap narkotika tidak selalu dimulai dari ruang yang jauh dari kehidupan masyarakat. Ancaman itu dapat masuk melalui lingkungan tempat tinggal, pergaulan anak muda hingga pelosok nagari. Karena itu, perang terhadap narkotika tidak cukup hanya mengandalkan penindakan ketika kejahatan sudah terjadi. Benteng pencegahan harus di bangun dari lingkungan masyarakat paling bawah.

Perspektif itulah yang kini di dorong Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Kabupaten Pasaman, Risdel Kamar, SH. Ia bertekad membawa gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) hingga ke akar rumput.

Risdel menegaskan, LAN Pasaman tidak ingin P4GN berhenti sebagai slogan, seminar atau kegiatan seremonial. Program yang telah digodok LAN Provinsi Sumatera Barat akan di tindak lanjuti secara masif dengan membangun kekuatan masyarakat dari tingkat kecamatan hingga nagari.

“Kalau benteng masyarakat lemah, ruang bagi peredaran narkotika akan semakin terbuka. Karena itu, kita harus memperkuat benteng tersebut dari bawah,” tegas Risdel saat berkoordinasi dengan Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, Rabu 23 Septembet 2026.

Menurutnya, salah satu agenda yang akan di perkuat adalah pengembangan keberadaan LAN di setiap kecamatan. Keberadaan jaringan tersebut diharapkan menjadi penghubung antara gerakan P4GN dengan masyarakat, sekaligus mempercepat koordinasi dan edukasi tentang bahaya narkotika.

Namun Risdel menyadari bahwa organisasi saja tidak cukup. Gerakan anti narkotika membutuhkan kekuatan sosial yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Pasaman.

Karena itu, LAN akan merangkul tokoh masyarakat, tokoh adat, alim ulama, cadiak pandai, Bundo Kanduang dan dubalang di setiap nagari. Mereka diharapkan tidak hanya hadir dalam kegiatan sosialisasi, tetapi menjadi bagian dari gerakan membangun ketahanan masyarakat terhadap narkotika.

Bagi Risdel, kekuatan nagari memiliki posisi strategis. Niniak mamak memahami anak kemenakan, alim ulama memiliki ruang pembinaan keagamaan, cadiak pandai memiliki peran edukasi, Bundo Kanduang memiliki pengaruh dalam keluarga, sementara dubalang memiliki fungsi sosial dalam menjaga ketertiban.

“Kita ingin semua unsur di nagari mengambil peran. Jangan sampai ketika narkotika sudah merusak generasi muda, baru kita bersama-sama bertindak. Pencegahan harus dilakukan sebelum persoalan itu membesar,” ujarnya.

Risdel menilai, perang terhadap narkotika membutuhkan perubahan pola pikir. Masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton ketika aparat melakukan penindakan. Sebaliknya, masyarakat harus memiliki keberanian untuk membangun lingkungan yang tidak memberikan ruang bagi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Karena itu, LAN Pasaman akan mendorong P4GN menjadi gerakan sosial yang hidup di tengah masyarakat. Dari kecamatan, nagari, jorong hingga lingkungan keluarga, pesan yang dibangun adalah narkotika merupakan ancaman bersama yang harus dicegah secara bersama pula.

Sementara itu, Ketua LAN Sumbar Firman Sikumbang memberikan dukungan terhadap langkah yang di lakukan LAN Kabupaten Pasaman. Menurutnya, penguatan P4GN di tingkat bawah merupakan bagian penting dalam membangun sistem pencegahan yang berbasis masyarakat.

Koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya menyatukan gerak LAN Sumbar dengan LAN kabupaten/kota. Program tidak hanya di rancang di tingkat provinsi, tetapi harus diterjemahkan sesuai karakter dan kekuatan sosial masing-masing daerah.

Dengan demikian, LAN Pasaman ingin mengubah pendekatan dari sekadar “sosialisasi tentang bahaya narkotika” menjadi “gerakan masyarakat melawan narkotika.”

Sebab, ketika setiap nagari memiliki kesadaran, kepedulian dan keberanian untuk bergerak, maka perang terhadap narkotika tidak lagi menjadi pekerjaan segelintir orang. Ia berubah menjadi tanggung jawab bersama, tukasnya (tim)


×
Berita Terbaru Update