Sekda Kabupaten Dharmasraya Medison. S.Sos, M.Si "Ekonomi Meningkat Pengawasan Anak Jangan Terabaikan"
Hal tersebut di sampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dharmasraya, Medison, S.Sos. M.Si, saat berbincang dengan Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Provinsi Sumatera Barat, Firman Sikumbang, sambil menyeruput segelas teh talua tadah tatungkuik di RM Talago Biru, Pasar Simpang Haru, Kota Padang, Sabtu 26 September 2026.
Menurut Medison, kesibukan orang tua dalam memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga jangan sampai membuat perhatian terhadap anak menjadi berkurang. Kondisi tersebut tidak boleh di biarkan, karena anak tetap membutuhkan pendampingan, perhatian dan pengawasan dari orang tua.
"Semakin meningkat ekonomi seseorang, hendaknya semakin besar memberikan perhatian dan waktu terhadap anak, karna bagaimanapun anak tetap membutuhkan perhatian dan pengawasan dari orang tua, bukan hanya pemenuhan kebutuhan fisik/materi semata ,” ujar Medison.
Medison juga mengatakan, faktor ekonomi menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian dalam melihat dinamika peredaran narkotika di Kabupaten Dharmasraya. Menurutnya, kemampuan ekonomi masyarakat yang cukup memadai dan makin mambaik dapat menjadi salah satu faktor yang di manfaatkan oleh jaringan peredaran narkotika untuk menyasar masyarakat.
“Faktor ekonomi menjadi salah satu faktor dominan yang dimanfaatkan oleh "jaringan2" terhadap maraknya peredaran narkotika di Dharmasraya. Karena di Kabupaten Dharmasraya masyarakatnya memiliki ekonomi yang cukup memadai, sehingga punya kemamapuan lebih untuk mendapatkan barang haram seperti narkotika dan sejenisnya,” katanya.
Karena itu, Medison berharap LAN Kabupaten Dharmasraya segera melakukan kegiatang sosialisasi bahaya narkotika sejak dini. Edukasi tersebut perlu menyentuh lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat hingga ke tingkat nagari.
Selain itu, Medison menegaskan, peran LAN Provinsi Sumatera Barat sangat di harapkan untuk mendorong LAN Kabupaten Dharmasraya melakukan kegiatan penguatan P4GN.
“Kami sangat mendukung program kerja yang dilakukan LAN saat ini. Tiga program unggulan LAN Sumbar ini harus segera diterapkan di Kabupaten Dharmasraya,” ungkap Medison.
Menurutnya, penguatan P4GN tidak cukup hanya di lakukan melalui sosialisasi sesaat. Dibutuhkan gerakan yang berkelanjutan dan menyentuh langsung masyarakat hingga tingkat paling bawah.
Ia berharap LAN Kabupaten Dharmasraya dapat menjadi motor penggerak dalam membangun kesadaran masyarakat dengan melibatkan pemerintah daerah, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, Bundo Kanduang, pemuda, dunia pendidikan serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Sementara itu, Ketua LAN Provinsi Sumatera Barat Firman Sikumbang menyambut baik dukungan dan harapan yang disampaikan mantan Sekda Kabupaten Solok tersebut. Menurut Firman, perang terhadap narkotika tidak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum, pemerintah TNI dan BNNK seja, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh komponen masyarakat.
"Pencegahan narkotika harus di lakukan secara bersama-sama. Keluarga, sekolah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan pemerintah harus mengambil peran masing-masing. Yang paling penting adalah bagaimana membangun daya tangkal masyarakat sejak dini,” kata Firman.
Firman menambahkan, LAN Sumbar terus mendorong penguatan P4GN hingga ke tingkat kabupaten, kecamatan, nagari dan lingkungan masyarakat. Dengan demikian, upaya pencegahan tidak hanya berlangsung di pusat-pusat kota, tetapi juga menjangkau masyarakat hingga ke tingkat nagari.
"Kalau benteng keluarga dan masyarakat kuat, ruang gerak peredaran narkotika akan semakin sempit. Karena itu, kita ingin P4GN menjadi gerakan bersama, bukan hanya program sebuah lembaga,” tegas Firman.
Perbincangan Medison dan Firman Sikumbang berlangsung dalam suasana santai sambil menyeruput teh talua tadah tatungkuik di RM Talago Biru, Pasar Simpang Haru, Kota Padang. Namun, di balik suasana santai tersebut, keduanya membahas serius ancaman narkotika dan pentingnya memperkuat gerakan P4GN di Kabupaten Dharmasraya.
Bagi LAN Sumbar, dukungan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam membangun sinergi pencegahan narkotika. Sebab, menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkotika membutuhkan kepedulian bersama dan gerakan yang di lakukan secara konsisten, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat hingga pemerintahan nagari, harapnya (tim)
