WAKA POLRES MENTAWAI TERNYATA GAMPANG " TERSENTUH"

Waka Polres Mentawai Ternyata Gampang “Tersentuh” 

MENTAWAI, Pionir—Kendati Kompol Maman Rosadi SH berlatar pendidikan Kepolisian, tapi bila sudah berurusan dengan persoalan kemanusian, hatinya gampang terenyuh. Ia malah seolah dirinya sebenarnya memang berada di hati orang-orang yang ditimpa kesusahan. 

Menurut para ahli psikologi orang-orang sensitif seperti ini punya saraf yang mengatur empati lebih tebal di otak mereka. Karena cara inilah yang mereka pahami tentang bagaimana mengaitkan diri dengan orang lain. 

Rasa empati Maman Rosadi yang menjabat sebagai Waka Polres Mentawai yang begitu tinggi, tampak jelas saat wartawan Pionir saat mengikutinya berkunjung ke Goissoinan, sebuah desa yang berada di wilayah Kecamatan Sipora Utara, bersama Kasat Binmas, anggota Kodim 0319 dan anggota Basarnas daerah setempat. 

Kedatangan Maman Rosadi pada Sabtu 18 April 2020 itu ke kecamatan Sipora Utara yang memiliki penduduk 13.199 jiwa, terdiri dari laki-laki 6.865 jiwa, perempuan 6.334 jiwa, yang berdiam di enam desa tersebut adalah untuk mengantarkan bantuan akibat wabah virus corona atau Covid-19, yang membuat pekerja di sektor informal tak bekerja dan terpaksa menganggur. 

Saat itu Maman bersama rombongan hendak membagikan 10 paket sembako pada 10 kepala keluarga yang kehidupanya di bawah standar dan tidak memiliki pekerjaan tetap yang tinggal di pondok-pondok ladang yang penghasilannya hanya dari bercocok tamam keladi dan makan sagu. 

Tak hanya itu Maman bersama rombongan juga membagikan 30 masker serta 30 sabun dan selebaran cara mencuci tangan yang benar serta imbauan pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19 
Begitu sampai di desa Goissoinan itu, ia seolah bisa merasakan “kepedihan” hidup yang dilalui beberapa keluarga di daerah tersebut. 
Bahkan apa yang dirasa Maman Rosadi ini tak mudah atau cepat teralihkan dengan hal lain, mana kala ia sempat berbincang dengan beberapa orang keluarga, seperti Irso Sipalakai, keluarga Tambe Samanggi Lai Lai dan keluarga Irman Saleleobaja Ketika orang logis menganggap hasil pemikiran sebagai petunjuk bertindak, saat itu Maman Rosadi lebih menggunakan perasaan sebagai kompas baginya untuk melangkah. 

Saat itu bahkan Maman berupaya menenangkan masyarakat desa Goissoinan akan pentingnya berpikir hingga bertindak positif dalam menghadapi wabah virus corona. 

“Yang penting bapak-bapak dan ibu-ibu mesti berpikir positif, bersikap positif, bertindak positif,” kata Maman Rosadi mengingatkan warga desa Goissoinan. 

Ia juga tidak lupa mengingatkan warga agar mematuhi imbauan pemerintah, di antaranya untuk menjaga jarak satu sama lain. “Saat ini yang dilakukan pemerintah adalah kebijakan pembatasan sosial alias social distancing. 

Pembatasan sosial ini merupakan bagian dari upaya memutus wabah, dengan mencegah interaksi sosial skala besar dari orang-orang di suatu wilayah. 

Oleh sebab itu mari kita patuhi imbauan pemerintah ini,” ujar Kompol Maman Rosadi mengingatkan warga desa Goissoinan. (Firman Sikumbang)

Post a Comment

[facebook]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.