IPDA YANUAR TAKLUKKAN MEDAN BERAT SAAT LAKUKAN PAM TPS 

IPDA YANUAR TAKLUKKAN MEDAN BERAT SAAT LAKUKAN PAM TPS 

MENTAWAI, Pionir—Desa Bulasat berada di Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatra Barat, dengan luas desa: 56,83 kilometer persegi, hingga kini masih minim infrastruktur. 

Selain minim inrastruktur jalan, di daerah pulau terluar dari Kepulauan Mentawai yang merupakan wilayah hukum Polsek Sikakap, Polres Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) ini juga belum ada tower atau jaringan telekomunikasi, masyarakat sulit menelepon, selain itu infrastruktur seperti jalan belum terkoneksi hingga ke Dusun Surat Aban paling ujung pulau Pagai Selatan. 

Makanya kata Kapolres Kepulauan Mentawai AKBP Mu'at SH MM pada Pionir, Kamis 10 Desember 2020, polisi yang tugas di pulau terluar yang berbatasan lansung dengan Samudra Hindia itu merupakan sosok polisi terpilih yang sebelumnya telah diseleksi dengan baik.

"Tugas di pulau terluar yang serba minim infrastruktur, butuh ketabahan dan keteguhan hati. Tak semua anggota Polisi mampu bertahan dengan serba keterbatasan itu,” kata AKBP Mu'at. 

Apa yang dikatakan AKBP Mu'at itu terbukti. Setidaknya hal itu telah dibuktikan oleh duet Kapolsek Sikakap Tirto Edhi SH bersama Wakapolsek Sikakap Ipda Yanuar. 

Seperti diketahui semenjak Senin pagi 7 Desember 2020 Wakapolsek Sikakap Ipda Yanuar bersama Kasat Sabhara Polres Kepulauan Mentawai selaku Pamatwil Selatan AKPYon Surna dan Kanit Binmas Bripka Silvester dan Kanit Provos Polsek Sikakap Bripka Taufik Hidayat Kanit Provos Polsek Sikakap berangkat menuju pusat kecamatan di Desa Bulasat. 

Dari Sikakap nail naik bot penyeberangan menuju Polaga, dan sesampai di Polaga naik sepeda motor menuju Bulasat dengan waktu tempuh 3 jam karna jalan rusak parah. Sesampai di daerah itu mereka langsung ikut rapat bersama Camat Pagai Selatan, Andar Sabelau.

Lantaran rapat selesai rapat jam 16.00 WIB dan tidak mungkin untuk kembali ke Sikakap, maka rombongan Ipda Yanuar memutuskan untuk bermalam dengan menumpang di rumah masyarakat di Km 37.

Keesokan harinya rombongan Ipda Yanuar berangkat menujitu Dusun Limu, yang memakan waktu sekitar 3 jam dengan menggunakan sepeda motor melewati jalan dipenuhi hutan belantara, sempit dan licin sehabis diguyur hujan. 

Setelah saya turun di Mapinang beruntung ada ojek yang bersedia mengantarkan Ipda Yanuar Dusun Maonai dengan bayaran Rp150.000, yang melewati jalan sempit dan licin akirnya Ipda Yanuar sampai juga di Dusun Maonai.

“Banyak lagi kisah menyedihkan yang dilalui selama menuju TPS TPS yang ada di pulau terluar yang berbatasan lansung dengan Samudra Hindia itu. Tapi semua itu harus kita lalui dengan penuh rasaja tanggung jawab dan pengabdian,” kata Ipda Yanuar mengenang. (irman Sikumbang)

Post a Comment

0 Comments