NAGARI KOTO BARU DIKUKUHKAN MENJADI “NAGARI BERSINAR” 

iklan adsense

NAGARI KOTO BARU DIKUKUHKAN MENJADI “NAGARI BERSINAR” 

SOLOK, Pionir—Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar) sekarang sudah punya “Nagari Bersinar” atau nagari bersih dari narkoba, yang diluncurkan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Solok, pada Selasa 22 Desember 2020. 

Bahkan BNN Solok pada hari itu juga mengukuhkan kelompok penggiat anti narkoba di Nagari Koto Baru ini sebanyak 32 orang, di aula Kantor Walinagari Koto Baru.

Pengukuhan Nagari Bersinar beserta kelompok penggiat anti narkoba ini dihadiri oleh Kepala BNN Propinsi Sumbar Brigjen Pol Drs Khasril Arifin,Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin, Kepala BNN Kabupaten Solok AKBP Saifuddin Anshori SIK, beberapa Kepala BNNK se-Provinsi Sumbar, unsur Forkopimda Kabupaten Solok. 

Juga tampak hadir Ketua DWP BNN Provinsi Sumbar, Ny. Rifa Mariza Khasril, Ketua DWP BNN Kabupaten Solok, Ny. Herlina Saifuddin, Organisasi Penggiat Anti Narkoba yang ada di Kabupaten Solok, Forwana dan sejumlah awak media. 

Kepala BNN Solok AKBP Saifuddin Anshori pada Pionir Rabu sore 23 Desember 2020 mengatakan, narkoba harus diberantas sejak dini, dan itu butuh kerjasama dari semua pihak.

“Mustahil pemberantasan ini bisa dilakukan oleh satu instansi atau pemerintah saja,” kata Saifuddin Anshori. 

Ia mengatakan, Nagari Bersinar merupakan nagari yang mempunyai program pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) yang dilakukan secara masif.  

Keberhasilan Nagari Bersinar ini kata Saifuddin, tergantung dari keaktifan kelompok penggiat anti narkoba dalam melakukan sosialisasi dan pencegahan kepada masyarakat. 

“Kelompok penggiat anti narkoba ini sudah dibekali pengetahuan tentang bahaya narkoba dan sanksi penggunaannya,” ujar Saifuddin. 

Dikatakannya, BNN Solok memilih penggiat anti narkoba ini dengan penuh pertimbangan matang. Mereka berasal dari tokoh-tokoh masyarakat, seperti niniak mamak, alim ulama, bundo kanduang dan tokoh pemuda. 

“Melalui niniak mamak ini kita bisa melakukan sosialisasi kegiatan narkoba dalam rapat adat, alim ulama dapat mensosialisasikan bahaya narkoba dalam ceramah dan bundo kanduang bisa mensosialisasikan bahaya narkoba pada arisan ibu-ibu,” ungkap AKBP Saifuddin Anshori. 

Dikatakannya, saat ini BNN Solok sudah membentuk enam kelompok penggiat anti narkoba di Nagari Lolo, Surian, Koto Baru, Saniang Baka, Cupak, dan Singkarak. 

Nagari yang dipilih untuk membentuk kelompok penggiat narkoba yaitu nagari yang rawan penyalahgunaan narkoba. (Firman Sikumbang)

iklan adsense

Post a Comment

0 Comments