POLSEK KOTA BUKITTINGGI SATUKAN PRESEPSI DENGAN FKUB DAN PEMKO 

POLSEK KOTA BUKITTINGGI SATUKAN PRESEPSI DENGAN FKUB DAN PEMKO 

BUKITTINGGI, Pionir—Sebagai organisasi kemasyarakatan yang berbasis pada pemuliaan nilai-nilai agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) yang saat ini diketuai Prof. Dr. H. Abdul Rahman Ritonga, MA telah berperan sebagai pengembang toleransi beragama, advokasi umat beragama, penasehat dan pembimbing toleransi serta penengah yang adil dan bijaksana di tengah-tengah masyarakat yang agamis, bahkan perannya benar-benar telah dirasakan di tengah-tengah masyarakat kota itu.

Sesuai dengan Keputusan Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 tahun 2006, FKUB Kota Bukittinggi telah pula menjalankan tugasnya sebagai pemelihara dan menjaga kerukunan umat beragama di kota itu. 

Dalam menyambut Natal tahun 2020 dan tahun baru 2020 kata Kapolsek Bukittinggi AKP Dedi Adriansyah Putra, SH, SIK pada Pionir 25 Desember 2020, telah dilangsungkan rapat antara FKUB, Polsek Kota Bukittinggi dan Pemerintah Kota Bukittinggi, di ruangan Kepala Kantor Kesbangpol Kota Bukittinggi, pada Rabu 23 Desember 2020 sekira jam14.00 WIB. 

Kata AKP Dedi Adriansyah Putra, dalam rapat itu Ketua FKUB Kota Bukittinggi, Abdul Rahman Ritonga menyebutkan, Kota Bukittinggi merupakan salah satu daerah yang termasuk cukup aman dari berbagai macam konflik sosial dan sangat kondusif. 

Hal ini terwujud dari perilaku masyarakat yang selalu memelihara tenggang rasa dan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

Dikatakan AKP Dedi, saat itu Ketua FKUB Kota Bukittinggi mengatakan, beberapa hari kedepan akan adanya pelaksanaan perayaan Natal dan tahun baru, maka peran serta seluruh stakeholders dalam memelihara toleransi antar umat beragama sangatlah penting. 

“Ketua FKUB Kota Bukittinggi berharap dalam perayaan tersebut tidak ada permasalahan yang timbul, sehingga menciderai Kebhinekaan yang telah dipedomani bersama sebagai landasan berbangsa dan bernegara,” kata AKP Dedi mengulang pernyataan Ketua FKUB Kota Bukittinggi. 

Sementara itu Kapolsek Bukittinggi AKP Dedi Adriansyah Putra mengatakan, di Kota Bukittinggi terdiri dari berbagai agama, suku, bahasa dan kepercayaan. Oleh sebab itu adanya FKUB ini diharapkan bisa membantu pemerintah dalam menjaga kondusifitas harkamtibmas 

“Tantangan kehidupan beragama kian hari kian berat, terutama dengan kehadiran media sosial dalam mewarnai kehidupan beragama saat ini. Tidak jarang, media sosial membawa dampak negatif seperti hoaks dan ujaran kebencian yang justru menimbulkan perpecahan. Untuk itu, dibutuhkan figur tokoh agama yang mampu mempersatukan, merangkul, dan melunakkan perbedaan pilihan dan paham menjadi kekuatan, sehingga umat tidak terjebak pada pandangan-pandangan ekstrem dan melegalkan kekerasan. bersama menangkal, meluruskan segala berita-berita yang tidak masuk akal, fitnah, hoaks,” ungkap AKP Dedi. 

Dikatakannya, tanpa kerukunan yang baik, berbagai program pembangunan yang telah dicanangkan pemerintah tidak akan berjalan sesuai harapan. Karena itu kerukunan antara umat beragama harus diupayakan bersama oleh segenap elemen bangsa.

Sementara itu untuk para pengurus gereja yang ada di Kota Bukittinggi AKP Dedi mengimbau, agar saat pelaksanaan kegiatan Misa di Hari Raya Natal 2020 tetap menerapkan protokol kesehatan bagi jamaat yang akan memasuki gereja serta membatasi jumlah jamaah yang memasuki gereja. (Firman Sikumbang)

Post a Comment

0 Comments