POLSEK KOTA BUKITTINGGI MASIH TEMUKAN WARGA YANG TAK TAAT PROKES

POLSEK KOTA BUKITTINGGI MASIH TEMUKAN WARGA YANG TAK TAAT PROKES

BUKITTINGGI, Pionir--Tingkat kesadaran masyarakat di Kota Bukittinggi untuk tertib dan patuh terhadap protokol kesehatan masih sangat rendah. Padahal salah satu kunci untuk mencegah wabah covid-19 semakin meluas saat ini hanya memperketat penerapan protokol kesehatan (Prokes) berupa 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak) selagi vaksin covid-19 belum resmi diluncurkan.

Pernyataan itu disampaikan Kapolsek Kota Bukittinggi, Polres Bukittinggi Polda Sumatera Barat (Sumbar) AKP Dedy Ardiansyah Putra, SH, S.IK saat dihubungi Pionir, Selasa 12 Januari 2021.

Dedy Ardiansyah Putra menyebutkan, dari survei yang dilakukan di enam kota yaitu di Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Makassar dan Semarang menunjukkan bahwa yang tertib dan patuh terhadap protokol kesehatan secara penuh hanya sekitar 31,5 persen. 

Sementara kata Dedy menambahkan, yang menerapkan protokol kesehatan secara parsial (dua paket dari tiga paket) sebanyak 36 persen dan yang menerapkan protokol kesehatan hanya satu paket saja 23,2 persen. Sedangkan sisanya 9,3 persen sama sekali mengabaikan protokol kesehatan.

Dikatakan AKP Dedy, hal itu terbukti saat Waka Poksek Iptu Rosminarti kegiatan operasi yustisi di depan Makopolsek Bukittinggi dengan melibatkan 25 orang personil, pada Senin 11 Januari 2021.

Ini juga diakui Iptu Rosminarti, katanya pada operasi yustisisi hari itu sedikitnya masih didapati sebanyak 20 orang warga yang tidak mempergunakan masker. 

“Atas pelanggaran tersebut petugas memberikan tindakan pisik kepada warga yang tidak mempergunakan masker tersebut. Sebelum meninggalkan lokasi, masyarakat diberikan masker kain serta arahan tent├áng pentingnya penerapan disiplin protokol kesehatan,” ungkap Rosminarti.

Dikatakan Rosminarti, untuk saat ini prokes sangat penting, karna Covid-19 masih mengintai dan bisa menyerang siapapun, kapanpun dan dimanapun.

“Selain pendisiplinan terhadap prokes petugas, saat itu kita juga melakukan pemeriksaan kelengkapan kendaraan berupa SIM dan STNK,” kata Iptu Rosminarti. (Firman Sikumbang)

Post a Comment

0 Comments