KAPOLSEK SIBERUT PERINTAHKAN BHABINKAMTIBMAS BERI PENCERAHAN PADA ORANG TUA

KAPOLSEK SIBERUT PERINTAHKAN BHABINKAMTIBMAS BERI PENCERAHAN PADA ORANG TUA

MENTAWAI, Pionir—Kasus kekerasan seksual pada anak terasa sangat memprihatinkan sehingga membuat Kapolsek Siberut, Polres Kepulauan Mentawai, Polda Sumatera Barat (Sumbar) Iptu Ronnal Yandra, SH merasa penting untuk mengingatkan para orang tua di wilayah hukumnya untuk lebih waspada dan takut akan keselamatan anaknya. 

Guna memberikan inormasi betapa petingnya komunikasi antarorang tua dan anaknya, terutama yang berusia dini untuk memberi pemahaman tentang perlindungan diri, Iptu Ronnal Yandra menginstruksikan para Bhabinkamtibmas untuk mengambil peran.

Seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Sagulubeg Brigadir G.M Simarmata, pada  Rabu 11 Februari 2021. 

Saat itu Brigadir G.M Simarmata mengatakan pada para orang tua di Desa Sagulubeg bahwa komunikasi haruslah dibangun mulai dari anak usia dini, hal tersebut dimaksudkan supaya terciptanya keterkaitan yang baik antara orang tua dan anak, agar dapat menciptakan hubungan harmonis. 

“Komunikasi antarpribadi penting untuk selalu diterapkan dalam setiap keadaan apapun karena menghindari dari kejadian yang tidak diharapkan. Pada saat ini, tindakan kekerasan yang terjadi pada anak mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan. Pemberitaan media massa akhir-akhir ini sangat gencar sekali menginformasikan berbagai kejadian yang melibatkan anak sebagai korban, salah satu contohnya ialah tindak kekerasan seksual,” kata Brigadir G.M Simarmata mengingatkan orang tua di desa binaannya. 

G.M Simarmata mengatakan, fakta selama ini membuktikan bahwa korban tindak kekerasan seksual cenderung takut melaporkan pada orang tua mereka, karena akan mengalami konsekuensi yang lebih buruk. Akibatnya, korban merasa malu terhadap lingkungannya, baik itu lingkungan keluarga ataupun masyarakat, untuk menceritakan peristiwa kekerasan seksual. 

Malah dari hasil survei kata G.M Simarmata menambahkan, korban merasa peristiwa kekerasan seksual itu terjadi karena kesalahan dirinya dan membuat korban merasa dirinya mempermalukan nama keluarga. 

“Selain itu, kendala yang menghambat seseorang dalam melaporkan kasus kekerasan seksual adalah anak korban kekerasan seksual tidak mengerti bahwa dirinya menjadi korban. Korban sulit mempercayai orang lain sehingga merahasiakan peristiwa kekerasan seksualnya,” ujar Brigadir G.M Simarmata. (Firman Sikumbang)

Post a Comment

0 Comments