AKP KASMAN RESMIKAN KTN KEIMANAN

AKP KASMAN RESMIKAN KTN KEIMANAN

PARIAMAN KOTA, Pionir-- Kapolsek V Koto Kampung Dalam, Polres Pariaman, Polda Sumatera Barat (Sumbar) AKP Kasman S.Sos, MH memahami betul bahwa para penganut agama yang sama secara psikologis akan merasa memiliki kesamaan dalam kesatuan, yaitu iman dan kepercayaan. 

Kasman pun meyakini rasa kesatuan ini akan membina rasa solidaritas dalam kelompok maupun perorangan, bahkan kadang-kadang dapat membina rasa persaudaraan yang kokoh. Oleh karena itu dalam mendirikan Kampung Tangguh Nusantara (KTN) di Nagari Campago Selatan lebih menekankan pada Tangguh Keimanan.

KTN Nagari Cimpago ini pun telah diresmikan oleh Kasman Jumat 15 Maret 2021, di di Mushala At-Taubah, Korong Toboh Kuranji, Nagari Campago Selatan. Peresmian KTN Keimanan itu, selain dihadiri  Kapolsek V Koto Kampung Dalam juga dihadiri Wali Nagari Campago Selatan Hanafi, Ka SPK B Aipda Eki Candra, Bhabinkamtibmas Nagari Campago Selatan Brigadir Dicky Wardana, seluruh wali korong dan staf Nagari Campago Selatan, masyarakat, ninik mamak, orang sumando, pemuda-pemudi dan remaja di Nagari Campago Selatan.

“Kegiatan peresmian Kampung Tangguh Nusantara Keimanan ini juga diisi dengan ceramah  Ustad Delviadi, S.Pdi,” kata Kasman

Dalam ceramahnya Ustad Delviadi menyinggung tentang aqidah yang merupakan pondasi untuk mendirikan bangunan spiritual. Semakin tinggi bangunan yang akan didirikan, maka semakin kokoh pondasi yang harus dibuat. Seorang yang memiliki aqidah yang kuat, pasti akan melaksanakan ibadah dengan tertib, memiliki akhlak mulia dan mu‟amalah yang baik.

Ustad Delviadi mengatakan, secara etimologis, aqidah berasal dari kata al-‘aqdu yang artinya ikatan. Secara terminologis (istilah) adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya.

“Dalam Islam, aqidah ialah iman atau kepercayaan yang sumber pokoknya ialah al-Qur'an. Iman adalah segi teoritis yang dituntut untuk pertama kalinya dari segala sesuatu untuk dipercaya. Keimanan tidak boleh dibarengi dengan keraguan dan tidak boleh dipengaruhi oleh prasangka. Ia ditetapkan dengan prinsip oleh saling bantunya antar teks dan antar ayat al-Qur'an, kemudian adanya konsensus kaum muslim yang tidak pernah berubah, bertolak sejak penyiaran Islam pertama di masa Rasulullah SAW hingga kini,” pesan Ustad Delviadi dalam ceramahnya. (Firman Sikumbang)

Post a Comment

0 Comments