MISTERI MAKAM PANJANG DIUNGKAP POLSEK V KOTO KAMPUNG DALAM

MISTERI MAKAM PANJANG DIUNGKAP POLSEK V KOTO KAMPUNG DALAM 

PARIAMAN KOTA, Pionir—Beberapa waktu lalu masyarakat Korong Gunung, Nagari Gunung Padang Alai, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman dohebohkan dengan kabar kemunculan makam sepanjang 9 meter. 

Selain membuat masyarakat tercengang, makam panjang tersebut juga sempat meresahkan sebagian masyarakat setempat, karena merasa  ada keanehan. 

Keberadaan makan yang berada di wilayah hukum Polsek V Koto Kampung Dalam, Polres Pariman, Polda Sumatera Barat (Sumbar) diakui Kapolsek AKP Kasman, S.Sos., M.H.

Bahkan kata Kasman, ia bersama Wakapolsek Iptu Sanusi, anggota Reskrim Bripka Rimang dan piket staf telah mendatangi pemakaman umum Tampek Ampaleh yang dikelolah oleh orang di luar Korong Gunung tersebut.

“Saat itu pengelola makam bernama Siman mengakui telah merobah bentuk makam tersebut dengan ukuran makam yang melebihi makam biasa (ukuran makam sekarang hampir mencapai 10 meter) dan nama dari makam tersebut berganti dengan nama Lailulad Mangkuto Alam sedangkan nama dulunya adalah Tampek Ampaleh,” kata Kasman menjelaskan.

Kasman juga sempat mengakui beberapa waktu lalu sempat beredar video di YouTube dengan judul "Heboh" Muncul Kerajaan Baru dan Kuburan 8.5 meter di Padang Pariaman.

Karena itulah kata Kasman, untuk meluruskan kabar yang beredar, ia bersama personel Polsek V Koto Kampung Dalam berupaya menelusuri kabar itu.

“Alhamdulillah, kini semuanya sudah jelas. Artinya kuburan itu sengaja dirobah bentuk dan ukurannya oleh pengelola makam,” ujar Kasman.

Dikatakan Kasman, sesuai dengan kajian MUI Kabupaten Padang Pariaman tentang Tajshih Kuburan tanggal 25 Nopember 2020 menyatakan, bahwa kuburan yang dibangun di Nagari Gunung Padang Alai (Makam Ampaleh) perkuburan panjang adalah kuburan palsu dan direkomendasikan kepada tungku tigo sajarangan, tali tigo sapilin untuk menertawakan.

“Sehubungan dengan hal tersebut kita pun mengundang Walinagari Gunung Padang Alai, Camat V Koto Timur, Danramil 06 Kampung Dalam, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda dan Hermansyah selaku pelaksana merubah makam tersebut,” kata Kasman menjelaskan.

Dari pertemuan itu kata AKP Kasman menambahkan, diketahui bahwa kuburan aslinya sempat runtuh saat gempa 2009, kemudian dibangun kembali, nanun tidak sesuai lagi dengan ukuran sebelumnya, dan akhirnya membuat heboh.

Sementara itu Ermansyah (43 tahun) salah seorang masyarakat dari suku Piliang, mengatakan bahwa kuburan itu runtuh akibat gempa tahun 2009, kemudian sewaktu pelebaran jalan, kuburan itu terkena pelebaran, tetapi setiap alat berat sampai di lokasi kuburan mesin alat berat itu mati, sehingga pekerjaan pelebaran tidak bisa dilakukan di sekitar makam. Kemudian pemuda Gunung Padang Alai atas nama Rajab menghubungi Ermansyah untuk berusaha memindahkan makam tersebut supaya pelebaran jalan bisa terlaksana.

Ermansyah mengatakan, melalui zikir 15 hari maka keluarlah nama dari yang berkubur di sana yaitu Lailulat Mangkuto Alam yang artinya 3x lipat dari Malam Lailatul Qadar, Mangkuto Alam artinya Mahkota di Alam, dia adalah Iskandar Zulkarnain anak dari nabi Adam dan ibunya Siti Hawa.

Dikatakannya, kuburan ukuran sepanjang itu adalah kehendak dari Lailulat Mangkuto Alam yang disampaikan kepada Ermansyah sewaktu zikir yaitu panjang dari ubun-ubung ke ujung kaki yaitu 14,50 m dan lebar 2 m.

Dari hasil pertemuan yang diasilitasi Kapolsek V Koto Kampung Dalam AKP Kasman itu, semua sepakat mengembalikan bentuk dan ukuran kuburan tersebut kepada seperti semula, dan untuk pelaksanaan nya diserahkan kepada pemerintah. (Firman Sikumbang)

Post a Comment

[facebook]

Author Name

{picture#YOUR_PROFILE_PICTURE_URL} YOUR_PROFILE_DESCRIPTION {facebook#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {twitter#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {google#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {pinterest#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {youtube#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL} {instagram#YOUR_SOCIAL_PROFILE_URL}

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.