Kapolres Mentawai Tunjukan Empati di Pantai Jati

Kapolres Mentawai Tunjukan Empati di Pantai Jati

MENTAWAI, Pionir—Kabupaten Kepulauan Mentawai yang juga dijuluki “Bumi Sikerei” ini sangat beruntung dianugerahi kekayaan alam yang indah dan dikenal di seantero jagat raya. Salah satu wisata bahari yang sangat mudah dijangkau yaitu Pantai Jati di Desa Tuapejat Km.0, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Pada Kamis 22 Juli 2021 Kapolres Kepulauan Mentawai, Polda Sumatera Barat (Sumbar) AKBP Mu'at SH MM sengaja datang bertandang ke daerah ini. Kedatangan Mu’at bersama beberapa orang personelnya ke Pantai Jati bukan hendak berwisata, namun untuk menunjukan rasa empati terhadap apa yang dirasakan para nelayaan akhir-akhir ini.  Seperti diketahui, belakangan ini para nelayan di daerah tersebut sering tidak berangkat melaut. Kalaupun melaut hasil tangkapan pun tidak seberapa. 

Dalam hal ini kata Mu’at, dibutuhkan kepedulian bersama dalam membantu masyarakat nelayan yang terdampak corona atau Covid-19 yang bertepatan pula dengan kondisi alam tak menentu, tentu sangat dibutuhkan uluran tangan dari berbagai pihak.

Apalagi kata dia, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga telah menginstruksikan anggotanya untuk mempercepat distribusi bantuan sosial (bansos) kepada warga. 

"Dalam pelaksanaan PPKM darurat ini, bantu masyarakat dengan sungguh-sungguh. Lakukan pendataan dan segera distribusikan bantuan. Berikan pengabdian terbaik bagi masyarakat. Begitu instruksi bapak Kapolri pada jajarannya,” kata M’uat

Aksi peduli dengan saling berbagi tersebut langsung dipimpin Kapolres Mentawai. Pada hari itu AKBP Mu’at bersama beberapa orang personelnya berbagi sembako kepada warga Dusun Jati, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara tersebut.

"Bantuan yang kita salurkan ini untuk nelayan terdampak dan juga warga kurang mampu berupa sembako sebanyak 30 paket,” kata Mu’at.

Ia pun berharap bantuan tersebut bermanfaat bagi yang menerimanya, “Jangan dilihat banyaknya, tapi ini bentuk ketulusan kami membantu masyarakat,” ungkap Mu’at.

Dikatakannya, sebelumnya Polres Kepulauan Mentawai juga telah melakukan aksi berbagi sembako dan masker kepada masyarakat, baik di ibukota kabupaten maupun di pelosok desa yang dilakukan pihak polsek yang ada di empat pulau besar Mentawai.

Mu’at menyadari, dengan adanya kebijakan pemerintah menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegaitan Masyarakat (PPKM) tentunya berpengaruh dengan ekonomi masyarakat yang tidak bisa maksimal untuk malakukan aktivitas.

“Fakta ini harus diterima dengan lapang dada. Kebijakan ini diambil pemerintah untuk membatasi kegiatan masyarakat terutama untuk mengurangi kerumunan. Harapannya, kebijakan ini bisa menekan jumlah penularan kasus Covid-19,” ujar Mu’at.

Dengan kondisi seperti ini kata Mu’at menambahkan, Polres Kepulauan Mentawai berempati untuk memberikan bantuan sembako kepada warga yang sangat membutuhkan.

“Meski tidak banyak, tapi inilah bentuk ketulusan dan kepedulian kami terhadap warga dalam memutus mata rantai Covid-19,” ujarnya.

Dikatakannya, bantuan sembako yang disalurkan itu ada beberapa macam isinya dalam satu paket, seperti beras, gula, minyak goreng, mie instan, biskuit, teh dan kopi. 

Setelah menerima bantuan beras, Polres Kepulauan Mentawai juga menyediakan pengecekan kesehatan gratis. Meski hanya pengecekan tekanan darah. Beberapa nelayan yang kondisinya kurang sehat diberikan obat dan vitamin. 

Pada kesempatan itu Kapolres Mentawai mengajak masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan serta mematuhi anjuran pemerintah dalam memutus mata rantai Covid-19. 

“Semoga musibah pandemi corona ini segera berakhir dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala,” ujar AKBP Mu’at. (Firman Sikumbang)

Post a Comment

0 Comments