Kapolres Sawahlunto Bersama Forkopimda Hadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2021

Kapolres Sawahlunto Bersama Forkopimda Hadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2021

Sawahlunto, Pionir- Hari Kesaktian Pancasila, Kapolres Sawahlunto AKBP. Ricardo Condrat Yusuf. SH.SIK.MH bersama Forkopimda menghadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang di di Lapangan Bola Kaki Ombilin Kelurahan Tanah Lapang Kecamatan Lembah Segar Kota Sawahlunto pada hari Jumat (1/10/2021) pukul 08.00 WIB, bertindak sebagai Inspektur upacara adalah Walikota Sawahlunto Deri Asta. SH.

Pelaksanaan upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2021 dengan tema “Indonesia Tangguh Berdasarkan Pancasila yang di ikuti oleh  Ketua DPRD Kota Sawahlunto Eka Wahyu.SE, Ketua Pengadilan Negeri Sawahlunto Acep Sopian Sauri. SH.Mh,  Kapolres Sawahlunto AKBP. Ricardo Condrat Yusuf. SH.SIK.MH, Komandan Kodim 0310 SSD Letkol Inf Endik Hendra Sandi, S.Sos., M.I.Pol,  Kepala Kejaksaan Negeri Sawahlunto diwakili Pasi Intel, Dede. SH, Sekretaris Daerah mbun Kadri, Kepala OPD Jajaran Pemerintah Kota Sawahlunto, Camat Se- Kota sawahlunto, Peserta Upacara Pleton TNI / Polri, Pleton Sat Pol PP /Damkar/ perhubungan, Pleton PNS Pemerintah Kota Sawahlunto serta Drum Band SMAN 1 Sawahlunto dan Undangan Lebih Kurang 500 Orang berjalan dengan khidmat.

Kapolres Sawahlunto AKBP. Ricardo Condrat Yusuf. SH.SIK.MH yang di temui seusai mengikuti pelaksanaan upacara mengatakan, upacara itu di maksudkan untuk mengenang para pahlawan Revolusi yang telah gugur dalam tragedi Nasional pada tahun 1965.

Beliau mengingatkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak pernah melupakan sejarah bangsanya sendiri. Dalam perjalanan sejarah bangsa, banyak sekali rong - rongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri. 

Dengan peringatan kesaktian pancasila ini, diharapkan semangat tekad jiwa Bhinneka Tunggal Ika yang berlandaskan Pancasila semakin melekat kepada para pemuda penerus bangsa, sehingga bangsa Indonesia ini tetap utuh dalam satu kesatuan.

“Negara kita memiliki banyak sekali sejarah, semoga dengan sejarah itu menjadikan pelajaran ke depan supaya tidak terjadi hal yang sama pada masa akan databg," ujaranya.

Dan upacara ini di maksudkan untuk memperingati serta mengenang para pahlawan, sekaligus sebagai kilas balik tentang peristiwa yang terjadi pada tahun 1965 yang di kenal dengan Gerakan 30 September,” tutup AKBP Ricardo Condrat Yusuf. SH.SIK.MH. (ce)

Post a Comment

0 Comments