Kapolsek Pulau Punjung Ingatkan Soal Kenalan Remaja di SMAN 1

Kapolsek Pulau Punjung Ingatkan Soal Kenalan Remaja di SMAN 1

Pulau Punjung, Pionir—Senin pagi 21 Februari 2022 itu halaman SMAN 1 Pulau Punjung, di Jalan Lintas Lintas Sumatera Km 1 Sungai Dareh, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya diramaikan oleh para siswa dan majelis guru sekolah dengan Akreditasi A tersebut untuk mengikuti upacara bendera.

Upacara itu di pimpin Kapolsek Pulau Punjung, Polres Dharmasraya, Polda Sumatera Barat (Sumbar) AKP Zamrinaldi, S.H.

Selain dihadiri ratusan siswa dan puluhan guru, tanpak hadir dalam upacara itu Kepala SMAN 1 Pulau Punjung Novsri Suryana, S.Pd, M.M, Wakil Kepala Sekolah, Almen, S.Pd, para majelis guru dan pegawai tata usaha sekolah tersebut.

Dalam amanatnya Kapolsek Pulau Punjung AKP Zamrinaldi menyampaikan beberapa hal terkait Kamtibmas, terutama terkait dengan kenakalan remaja seperti, bahaya miras dan pelecehan seksual, tawuran serta pentingnya vaksinasi dan kepatuhan terhadap protokol Covid-19.

AKP Zamrinaldi mengatakan, kenakalan remaja merupakan bentuk aktualisasi perilaku menyimpang yang dilakukan oleh para remaja dan berpotensi menimbulkan keresahan dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu bentuk kenakalan remaja yang dimaksud adalah penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya. 

Berkaitan dengan permasalahan tersebut, kata Zamrinaldi, diperlukan upaya pencegahan secara masif melalui kegiatan sosialisasi seperti apa yang dilakukannya pada hari itu.

"Kenakalan remaja muncul ke kehidupan saat ini dengan bentuk yang sangat variatif dan sangat memprihatinkan. Jadi para orang tua dan pihak sekolah harus meningkatkan kewaspadaan,” katanya.

Zamrinaldi mengatakan, banyak sekali alasan atau faktor mengapa kenakalan remaja terjadi, seperti faktor keluarga yang tidak harmonis, orang tua sibuk bekerja dan melewatkan masa berkembangnya anak, faktor lingkungan, faktor pergaulan, dan faktor lainnya.

Kapolsek Pulau Punjung ini pun mencontohkan kegiatan anak anak zaman sekarang dan anak di era 1990-an yang sangat jelas berbeda dalam segi permainan. Anak anak sekarang kata dia menambahkan, sudah mulai dikenalkan gadget ketika mereka masih sangat dini, banyak dari alasan orang tua memberikan gadget kepada sang anak karena dengan diberi gadget sang anak menjadi tidak rewel sehingga sangat mudah bagi orang tua mengerjakan tugas lain. 

“Akibatnya, saat di luar pengawasan orang tua mereka dapat mengakses apa saja. Prilaku semacam ini terus berlanjut dan menjadi hal yang di pandang sepantasnya oleh anak,” ujarnya. (Firman Sikumbang)

Post a Comment

0 Comments