Musibah Datang Timpa Bertimpa, Kapolsek Lembah Melintang Ingatkan Warga Agar Bersabar

Musibah Datang Timpa Bertimpa, Kapolsek Lembah Melintang Ingatkan Warga Agar Bersabar

Lembah Melintang, Pionir—Bagai sepotong besi ditepa dan diuji di perapian, begitulah kira-kira nasib yang harus dilalui oleh masyarakat Kabupaten Pasaman Barat. Belum lagi hilang trauma syarakat karena dihoyak gempa dahsyat berkekuatan 6,1 SR yang terjadi pada Jumat 25 Februari 2022, namun pada Sabtu 12 Maret 2022 sekitar jam 16.30 WIB musibah dari Allah Al 'Aziiz  (yang Maha Perkasa) pun datang “menyapa”.

Kali ini musibah datang dalam bentuk angin puting beliung. Meski musibah ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun “kedatangan” puting beliung tersebut mengakibatkan sebagian atap rumah warga mengalami kerusakan.

Untuk menunjukan empati Kapolsek Lembah Melintang Iptu Zulfikar, SH, MH, Camat Lembah Melintang Saparuddin, S.Ag, Danramil Ujung Gading yang diwakili oleh Babinsa, Wali Nagari Ujung Gading Fadri,  S.Pd, MH, Ketua Bamus dan Kepala Jorong Amril pada Minggu pagi 13 Maret 2022 datang ke Jorong Situak Barat, Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang guna menyerahkan bantuan.

Saat itu ada lima kepala keluarga (KK) yang menerima bantuan dari Kapolsek dan Forkopimca, masing-masing Samah Nasution (57 tahun), dengan jumlah tanggungan dua orang, Sani (46 tahun) dengan jumlah tanggungan dua orang, Sulpan (51 tahun)  dengan jumlah tanggungan delapan orang, Tasnim (32 tahun) dengan jumlah tanggungan empat orang dan Sapnan (43 tahun) dengan jumlah tanggungan tiga orang.

Kapolsek Lembah Melintang Iptu Zulfikar berharap masyarakat jangan menilai harga bantuan yang diberikan, namun nilailah ketusan niat dari yang memberikan.

"Bantuan ini hanya berupa beras, telur, minyak goreng, mie instan, gula dan sabun. Namun jangan lihat dari nilai bantuan ini, tapi nilailah dari ketulusan niat dari yang memberi,” harap Zulfikar.

Pada kesempatan itu Zulfikar juga berupaya mengingatkan warga agar bersabar dan tetap tawakal menerima musibah yang datang.

“Ujian menyerang siapa saja tidak pandang bulu. Intinya, setiap yang bernyawa pasti diuji sebelum maut menjemputnya, siapapun orangnya. Entah diuji dengan kesulitan, atau diuji dengan kelapangan, kemudian ia akan dikembalikan kepada Allah untuk dimintai pertanggungjawaban bagaimana sikap dia dalam menghadapi ujian tersebut,” kata Zulfikar mengingatkan. (Firman Sikumbang)

Post a Comment

0 Comments