Campak Merebak, Kecamatan ABTB Lakukan Antisipasi

Campak Merebak, Kecamatan ABTB Lakukan Antisipasi

Bukittinggi, Pionir—Penyakit menular masih menjadi masalah di negara berkembang termasuk Indonesia. Salah satu penyakit menular yang masih ada dan menjadi masalah di Indonesia adalah penyakit campak. 

Seperti diketahui penyakit campak merupakan penyakit infeksius yang akibatnya dapat berdampak seumur hidup dan bersifat mematikan. Penyakit ini sering dijumpai pada anak yang belum memasuki usia sekolah atau dibawah 5 tahun dan anak yang sudah menduduki jenjang sekolah dasar, tapi tidak menutup kemungkinan untuk menyerang orang dewasa.

Saat ini wabah campak ini juga ditemui di Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), Kota Bukittinggi. Dari data yang dihimpun Pionir, peningkatan penyakit campak ini mencapai 79 persen yang terjadi di seluruh dunia dalam dua bulan pertama di tahun 2022, dibanding periode yang sama di tahun 2021.

Bahkan menurut UNICEF ada 17.388 kasus campak yang dilaporkan pada dua bulan pertama tahun 2022 dari seluruh dunia.

Seperti diketahui, untuk Kota Bukittinggi, juga dilaporkan wabah campak ditemui di Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB). Menyikapi hal tersebut, pihak kecamatan mengadakan rapat koordinasi bersama instansi terkait di Aula Kantor Kecamatan ABTB, Jumat 27 Mei 2022.

Hadir dalam rapat itu, Camat ABTB, Nadiatul Khairiah, Danramil 13 Kodim 03/04 Agam, Kapten Inf Munigda, Kapolsek Bukittinggi Kompol Hj.Rita Suryanti, SH yang diwakili Kanit Binmas AKP. Amrizal,SH.MH, Kepala Puskesmas Aur Kuning dan lainnya..

Kata Kompol Rita Suryanti, dari laporan Kanit Binmas AKP. Amrizal, rapat tersebut membahas tentang berbagai langkah yang akan dilakukan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, baik Pemko, TNI dan Polri.

“Untuk mengatasi agar penyakit campak tidak merebak, menurut laporan Kanit Binmas AKP. Amrizal, pemerintah segera melakukan langkah pencegahan yang serius, diantaranya melakukan imunisasi campak terhadap anak, baik di Puskesmas atupun di Rumah Sakit,” ungkap Rita Suryanti.

Dikatakanya, selain membahas tentang meningkatnya penyakit campak, agenda rapat tersebut juga membahas tentang penyakit mulut dan kuku (PMK) terhadap hewan, seperti sapi, kerbau dan kambing.

“Persoalan ini diharapkan jadi antisipasi bagi masyarakat yang akan melaksanakan ibadah Qurban pada Hari Raya Idul Adha nanti,” kata Rita Suryanti. (Firman Sikumbang)

Post a Comment

0 Comments